
KORAN MERAPI – Ketika yang lain memilih untuk memecah rindu melalui pertemuan singkat di sebuah caffe, maka berbeda dengan beberapa mahasiswa Seni Murni ISI angkatan 18 yang mendeklarasikan Benih sebagai nama angkatannya.
Benih kembali memanjakan mata para penikmat seni melalui sebuah pameran seni bertajuk “Tegur Sapa” yang berlangsung pada 10-24 Januari 2026 lalu di Galeri R. J. Katamsi, Sewon, Bantul.
Pameran ini merupakan pameran bersama kelima, terhitung sejak pameran pertama yang diadakan 2018 silam.
Ananta selaku kurator pameran mengungkapkan bahwa “Tegur Sapa” dimaknai sebagai tindakan menyapa, menyambut, menanyakan kabar, dan menjadi kesempatan untuk kami untuk melihat kembali apa sih minat atau kekhawatiran teman-teman yang kemudian diadvokasikan baik dalam karya, ucapan, maupun perilaku keseharian.
“Jadi, sebenarnya, ‘Tegur Sapa’ ini adalah upaya kami untuk melihat kembali perubahan dan kontinuitas (keberlanjutan) dari hubungan pertemanan jangka panjang. Karena kami memulai perjalanan kami bersama selama kurang lebih 7 tahun tentu saja banyak hal yang terjadi dan ada banyak perubahan. Dan realitanya, tidak semuanya dari kami memilih jalan untuk menjadi seniman,” lanjutnya.
Pada kesempatan kali ini, Benih kembali dengan menggandeng 48 partisipan yang siap memamerkan karyanya dalam pameran tersebut.
“Ada banyak. Ada 65 karya dari 48 seniman partisipan,” ungkap Danis, gallery sitter ‘Tegur Sapa’.
Karya-karya pada pameran ini disajikan dua lantai galeri dan dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok kecil yang menceritakan: (1) Isu yang diperjuangkan; (2) Perubahan peran dan itensitas berkarya; (3) Ruang yang dihidupi; Serta (4) Catatan refleksi diri.
“Harapannya tentu saja, selain memperkuat tali silaturahmi, kami ingin menjadi ruang untuk teman-teman semua membuka tahun yang baru dengan bertegur sapa kawan lama, ataupun dengan diri sendiri dan membuka percakapan sambil melihat karya teman-teman Benih’18,” ucap Ananta.
Pameran ini berlangsung selama 14 hari dengan jam kunjung 10.00-17.00 WIB. Dengan tiket masuk Rp 5.000 untuk umum dan gratis untuk mahasiswa ISI Yogyakarta. (Muhammad Abdul Azis)



















