KORAN MERAPI – Aksi pencurian traktor kembali terjadi di wilayah Tempel, Sleman. Kali ini korbannya adalah Kelompok Tani Ngudi Rejeki Padukuhan Duren Sawit Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel Sleman. Aksi pencurian ini kemudian ditindaklanjuti aparat Polsek Tempel dengan penyelidikan pada Minggu (28/4/2024).
Kapolsek Tempel Kompol Luki Dariyawan SH MH mengungkapkan kejadian pencurian traktor diketahui Kamis (25/4) sekira pukul 05.30 WIB. Uniknya, saat melakukan pencurian pelaku meninggalkan roda traktor.
“Benar kejadian itu. Begitu ada informasi dari masyarakat petugas langsung ke lokasi kejadian, sudah kita cek dan olah TKP,” kata Luki saat dikonfirmasi, Minggu (28/4).
Namun hingga kini lanjut Kapolsek, korban belum menyampaikan laporan secara resmi. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi, kalau secara lisan sudah ada, saat ini masih proses penyelidikan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna meringkus pelaku. Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing. Karena keterbatasan jumlah personel polisi, tapi kami terus meningkatkan patroli,” tandasnya.
Dukuh Duren Sawit, Tempel, Ismail menambahkan traktor yang hilang milik Kelompok Tani Ngudi Rejeki Duren Sawit. Biasanya traktor dibawa pulang, tapi karena akses jalan baru dipakai untuk kegiatan warga traktor ditinggal di sawah.
“Karena takut tidak bisa lewat, maka terpaksa traktor ditinggal di sawah biar paginya bisa membajak lagi,” tandasnya.
Namun, saat akan digunakan pagi harinya, traktor sudah tidak di tempat. “Saat traktor mau dipakai membajak sudah tidak ada tinggal rodanya saja yang ditinggal, kerugian diperkirakan sekitar Rp 13 juta,” pungkasnya. (Shn)




















