KORAN MERAPI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai melakukan pembangunan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul di lahan eks Kantor Satpol PP Kabupaten Bantul, Rabu (27/3/2024). Pembangunan perpustakaan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih.
“Selama ini literasi dan minat baca masyarakat Bantul masih rendah. Maka untuk mecapai Indonesia Emas 2045 maka generasi kita tak boleh kalah dengan anak-anak di dunia. Untuk itu harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, salah satunya dengan menyediakan perpustakaan yang representatif dengan koleksi buku-buku yang lengkap,” ujar Halim di sela-sela groundbreaking dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Perpusda Kabupaten Bantul.
Dijelaskan, masyarakat yang unggul ditandai dengan menguasai ilmu pengetahuan yang didapat dari buku-buku bacaan. Untuk itu keberadaan perpustakaan sangat penting untuk meningkatkan minat baca dan meningkatkan ilmu pengetahuan sebagai basis pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pemkab akan menempatkan ilmu pengetahuan sebagai basis kemajuan bangsa. Keberadaan gedung perpustakaan yang modern dengan sarana dan prasarana pendukungnya sehingga mampu mewujudkan masyarakat Bantul gemar membaca buku sehingga meningkat literasi dan ilmu pengetahuan.
Untuk itu pemkab sengaja membangun gudang perpustakaan di pusat jantung kota Bantul. “Kami optimis dengan dibangun gedung perpustakaan yang baru dapat meningkatkan minat baca sehingga akan mudah mewujudkan Generasi Emas 2045,” tegas Halim.
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul, Drs Sukrisna Dwi Susanta MSi menyatakan, gedung perpustakaan tersebut dibangun 3 lantai di atas tanah seluas 3.323 m2 dengan luas bangunan 2.319,76 m2. Pembangunan yang ditargetkan selesai akhir tahun 2024 tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp 10 miliar.
Gedung perpustakaan terdiri dari lantai 1 nantinya terdiri dari ruang informasi, ruang baca anak sampai ruang baca difabel. Sedangkan untuk lantai 2 disediakan ruang baca umum sampai perkantoran dan lantai 3 terdapat coffee shop.
Jumlah pengunjung perpustakaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun 2022 jumlah pengunjung mencapai 1 juta 75 ribu pengunjung. Jumlah ini mengalami peningkatan pada 2023 mencapai 1 juta 400 ribu pengunjung.
“Kami berharap dengan keberadaan gedung baru jumlah pengunjung dapat meningkat. Karena nantinya lokasi perpustakaan sangat strategis dan mudah diakses,” terang Sukrisna. (Usa)

















