KORAN MERAPI – Dewan Pengurus Cabang Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kabupaten Sleman resmi diantik dan dikukuhkan oleh Pengurus SPS HIPPI DIY, dimana jajaran pengurus barunya dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat namun penuh semangat kolaborasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa siang (27/5).
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Koordinator Wilayah DPP HIPPI sekaligus Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, jajaran kepala dinas, jajaran Pengurus DPD HIPPI DIY, Pengurus DPC HIPPI dari Kota Yogyakarta, Bantul dan Kulon Progo, perwakilan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), organisasi pemerhati UMKM, Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, serta civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan komunitas demi penguatan ekosistem UMKM di Sleman. “HIPPI adalah jembatan strategis dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal,” tegasnya.

Wawan Harmawan turut memperkuat semangat tersebut dengan menekankan pentingnya sinergi antarsektor. “Kita berada di era kolaborasi. HIPPI harus jeli menangkap peluang dan aktif menjalin kemitraan strategis, baik dengan pemerintah daerah, kementerian, maupun pihak swasta,” ujarnya.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara toko oleh-oleh Bakpia JogKem, Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, dan AWDI. MoU ini menjadi langkah awal dalam memperkuat promosi produk lokal serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha, media, dan komunitas UMKM.
Salah satu MoU antara DPD HIPPI DIY dengan STAI Syubbanul Wathon Magelang, yang salah satu ruang lingkup kerjasamanya adalah Penguatan SDM anggota HIPPI yang belum menyelesaikan S1 bisa mengikuti Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yaitu kuliah hanya 2 tahun dengan model daring bisa mendapatkan gelar Sarjana (S1).
Sebagai bagian dari rangkaian acara, juga digelar talkshow bertema “Inovasi Tanpa Batas untuk UMKM Masa Depan” yang menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi. Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, dalam paparannya menekankan pentingnya peran generasi muda. Ia menyampaikan bahwa pendampingan kewirausahaan telah dilakukan hingga tingkat SMA dan SMK, guna membekali pelajar menjadi wirausahawan kompeten sejak dini.
Ketua HIPPI Sleman yang baru dilantik, Sri Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar. Ia menegaskan bahwa meski baru berjalan tiga bulan, kepengurusan HIPPI Sleman telah merumuskan program kerja yang responsif dan adaptif terhadap isu-isu strategis UMKM. “Kami siap menangkap setiap peluang kolaborasi dan berkontribusi aktif dalam penguatan UMKM lokal yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam membangun semangat baru bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Dengan komitmen bersama dari berbagai pihak, HIPPI Sleman diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. (Ags)








