KORAN MERAPI – Guna memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan bertema “Hentikan Polusi Plastik”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah kota bersama seluruh elemen masyarakat dalam menanggapi krisis lingkungan global, khususnya terkait dengan limbah plastik.

Puncak kegiatan dilaksanakan di kawasan Sayidan, Mergangsan, dengan melibatkan lebih dari 12.500 peserta dari unsur ASN, non-ASN, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum. Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Yogyakarta, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Wakil Walikota Yogyakarta. Wawan Harmawan, SE, MM dan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota, tokoh masyarakat, serta para aktivis lingkungan.
Rangkaian kegiatan utama dalam peringatan ini meliputi Gerakan Bersih Sungai Kegiatan bersih-bersih sungai dilaksanakan serentak di 45 titik yang tersebar di tiga sungai utama Kota Yogyakarta: Kali Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo.
Melibatkan lebih dari 9.500 ASN dan non-ASN dari seluruh UKPD, aksi ini juga menggandeng komunitas peduli sampah. Sebanyak 71 titik pengumpulan sampah dan 45 armada angkut disiapkan untuk mendukung logistik kegiatan.

Juga diadakan peresmian Trash Barrier (Penghalang Sampah). Perangkat trash barrier resmi diluncurkan dan dipasang di beberapa titik strategis sungai guna menahan dan mengumpulkan sampah plastik yang terbawa arus sungai. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi teknis pengurangan limbah plastik dan menjaga kualitas air sungai.
Kemudian Penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota 2025
Penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil menerapkan prinsip ramah lingkungan secara konsisten, yaitu SR IT Luqman Al Hakim, SD N Jetisharjo, SD N Kraton, SD Muh Notoprajan, SD N Kintelan 1, SD N Minggiran, SD Muh Pakel, SD N Baluwarti, SMP N 14 Yogyakarta dan SMP N 16 Yogyakarta
Abah Rudi, Ketua Tim Adiwiyata dari SD Muh Pakel, mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini, yang dinilai unggul dalam pengelolaan lingkungan dan edukasi siswa melalui budidaya tanaman sansevieria, sebagai bentuk respons terhadap polusi udara dari industri sekitar.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan 56,6 juta ton sampah, dengan 18% berupa sampah plastik. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 39% yang dikelola secara layak. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik”, menjadi seruan penting untuk memperkuat komitmen nasional dan lokal dalam mengatasi krisis limbah plastik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi gerakan pelestarian lingkungan di Yogyakarta. Ia menyebut gerakan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antarsektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, sekolah, hingga komunitas. “Sungai bukan hanya bersih, tapi menjadi ruang publik yang produktif dan berdaya ekonomi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gerakan Cinta Code, Harris Syarif Usman, turut menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Pemkot Yogyakarta terhadap sungai. Ia mengingatkan bahwa kondisi Kali Code yang dulu dikenal sebagai “WC terpanjang di dunia” akibat pencemaran, kini mulai membaik berkat sinergi masyarakat. “Sungai kita lestarikan, air kita muliakan, Jogja bersih… Jogja sat set dan resik,” ujarnya penuh semangat. (Ags)



















