Selasa, 17 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Gerakan Mas JOS Kian Menggema: KLH RI Lirik Replikasi Nasional

admin by admin
12 Desember 2025
in News
0
0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang selama ini menjadi motor penggerak pengelolaan sampah dari hulu di Kota Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tidak hanya berhasil mengubah perilaku ribuan keluarga dalam memilah dan mengolah sampah, program ini kini resmi dilirik oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI sebagai model nasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Momentum tersebut menguat dalam Mas JOS Award 2025 yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (12/12/25), sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup kepada keluarga, komunitas, dan institusi yang konsisten menerapkan prinsip Mas JOS.

Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 KLH RI, Vinda Damayanti Ansjar, menegaskan bahwa Mas JOS berpotensi menjadi starter bagi kota-kota di Indonesia dalam membangun sistem pengelolaan sampah dari rumah.

Foto Bersama Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, Kadis LH, Rajwan Taufiq dan para pejabat dengan para penerima Mas JOS Award 2025. (Foto: Agus Susanto)

Menurutnya, Yogyakarta saat ini menjadi salah satu daerah paling maju dalam gerakan pemilahan sampah berbasis masyarakat, dengan 37.000 Kepala Keluarga yang aktif memilah, mengolah sampah organik, dan menyalurkan anorganik ke bank sampah.

“Mas JOS ini bisa menjadi starter buat kota-kota lainnya. Pesertanya sudah sangat meningkat, ada 37 ribu KK yang konsisten memilah dan mengolah sampah,” ujar Vinda.

Ia menambahkan, keberhasilan Yogyakarta bukan sekadar pada angka partisipasi, melainkan pada terbentuknya budaya baru di masyarakat, sehingga program akan terus berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan.

KLH tengah mengkaji opsi untuk mereplikasi konsep Mas JOS ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk di luar Pulau Jawa. Langkah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap TPA yang saat ini banyak mengalami over capacity akibat praktik open dumping.

“Kita berharap model ini dapat direplikasi, sehingga jumlah sampah yang ditimbun di TPA semakin berkurang,” tegasnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam keterangan kepada media di sela meninjau stan hasil pengolahan sampah, di agenda Mas JOS Award 2025 di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (12/12/25) menekankan bahwa Mas JOS Award menjadi sarana untuk menguatkan kembali semangat warga dalam memilah sampah dari rumah.

Ia mengungkapkan, perkembangan pengelolaan sampah organik menunjukkan peningkatan signifikan. Kini, pengumpulan sampah organik basah mencapai 25 ton per hari, setara dengan 1.000 ember.

“Awalnya 300, 400, sekarang tembus 1.000 ember. Ini bukti bahwa masyarakat masih bisa diajak bekerja sama untuk memilah dari rumah,” ujarnya.

Hasto juga mendorong lebih dari 600 bank sampah di Kota Yogyakarta untuk meningkatkan frekuensi pelayanan, idealnya bisa melayani penimbangan setiap hari agar memudahkan warga menyalurkan sampah anorganik.

“Kita ingin menggelorakan kembali semangat memilah sampah dari hulu. Mereka yang berprestasi hari ini kita tampilkan, agar bisa getok tular ke bank sampah lainnya,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa Mas JOS Award merupakan bentuk penghargaan bagi masyarakat dan keluarga yang berhasil mengimplementasikan lima langkah utama Mas JOS: memilah sampah, mengolah organik, serta menyalurkan anorganik ke bank sampah.

Tujuannya adalah mewujudkan Jogja yang bersih, sehat, dan lestari melalui pengelolaan sampah mandiri di tingkat rumah tangga.

Salah satu penerima penghargaan Mas JOS Award 2025 adalah SMP Negeri 12 Yogyakarta. Kepala sekolah, Abdurrahman, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut memberi motivasi besar bagi pihak sekolah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Penghargaan ini akan menambah motivasi kami untuk selalu menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sebagai Sekolah Adiwiyata, SMPN 12 berkomitmen memperkuat budaya lingkungan yang kondusif dan ramah bagi siswa.

“Penghargaan ini bukan hanya sebatas piala, tetapi harus berkelanjutan agar lingkungan kami tetap terjaga,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq menyerahkan trophy kepada salah satu penerima Mas JOS Award 2025. (Foto: Agus Susanto)

Dalam ajang yang sama, salah satu kelurahan, yakni Kelurahan Gedongkiwo kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan: Juara 1 Lomba Proklim melalui RW 03 Suryowijayan dan Juara 1 Bank Sampah Inovatif melalui Bank Sampah Pa-Q-One RW 11.

Prestasi ini mempertegas konsistensi Gedongkiwo dalam mengembangkan program lingkungan berbasis warga.

Dengan keterlibatan puluhan ribu keluarga, ratusan bank sampah aktif, dan budaya pemilahan yang semakin mengakar, Mas JOS kini tidak hanya menjadi kebanggaan Yogyakarta, tetapi juga rujukan nasional dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Jika rencana replikasi KLH terealisasi, Mas JOS berpotensi menjadi salah satu gerakan lingkungan paling berdampak di Indonesia dalam satu dekade terakhir, mengubah cara masyarakat memandang dan mengelola sampah, dimulai dari rumah. (Ags)

Tags: Dinas Lingkungan HidupHasto WardoyoKoranmerapi.idMas JOS Award 2025Walikota Yogyakarta

Related Posts

Jafarudin Pimpin SMSI DIY Masa Bakti 2026–2030: Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Dibedah. Ini Buktinya!
News

Jafarudin Pimpin SMSI DIY Masa Bakti 2026–2030: Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Dibedah. Ini Buktinya!

17 Februari 2026
Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H
News

Satu Hilal, Dua Tanggal? Menguji Kedewasaan Umat Menyambut Ramadan 1447 H

16 Februari 2026
PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial
News

PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

16 Februari 2026
Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026
News

Pasangan Firli Bahuri-M. Ahsan Juara Piala Gong Xi Fa Chai 2026

16 Februari 2026
Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa
News

Gelaran Bangunharjo Sehat Pusat Budaya Sukses, Perkuat Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif Desa

15 Februari 2026
Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri
News

Alumni Inggris Raya Harus Berdampak Bagi Negeri

15 Februari 2026
Koran Merapi

PT Merapi Media Utama
Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

0812 2712 7251
harianmerapi@gmail.com

Topik Berita

  • Bedah buku
  • Budaya
  • Cerpen
  • Ekbis
  • Hukum
  • Kearifan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Lelang
  • Lifestyle
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Profil
  • Wisata

Berita Terbaru

Jafarudin Pimpin SMSI DIY Masa Bakti 2026–2030: Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Dibedah. Ini Buktinya!

Jafarudin Pimpin SMSI DIY Masa Bakti 2026–2030: Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Dibedah. Ini Buktinya!

17 Februari 2026
Ramadhan dan Pers Kita

Ramadhan dan Pers Kita

17 Februari 2026
  • Aturan Pengguna
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Aturan Pengguna
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error code: 522