Minggu, 19 April 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Halal Bihalal FWK Soroti Kelemahan Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Di Tengah Krisis Global

admin by admin
16 April 2026
in News
0
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) dalam acara Halalbihalal di Jakarta, Rabu (15/4), mengingatkan di tengah krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki komunikasi publik. Adanya kritik tajam terhadap kinerja pemerintah, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan dan Koperasi Merah Putih (KMP), salah satu disebabkan karena komunikasi publik yang belum baik.

FWK mengapresiasi langkah antisipasi pemerintah. Kebijakan pemerintah meredam gejolak global dan menjaga daya beli masyarakat, dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi perlu diapresiasi, demikian salah satu pernyataan pers Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane, kemarin.

Dalam acara halalbihalal ini diadakan diskusi, antara lain menyoroti kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, perkembangan dan kinerja ekonomi Indonesia kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Hadir dalam diskusi itu, antara lain, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun serta sejumlah wartawan senior.

Hendry Bangun, mantan wartawan Kompas mengatakan, pemerintah sudah cukup baik dalam menangani berbagai persoalan ekonomi nasional. Termasuk melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi tantangan krisis energi global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Selain menghitung dengan cermat anggaran negara, mengelola ruang fiskal secara hati-hati dan adaptif diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah, tambahnya, juga dituntut memperbaiki kelemahan komunikasi publik dan menggerakkan masyarakat menghemat pemakaian energi.

Diskusi FWK mencatat, hingga kini belum terlihat adanya “sense of crisis”, kepekaan sedang terjadi krisis energi global yang membutuhkan respons cepat dan penanganan serius. Sebab tidak ada kepastian, kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Jika perang berkepanjangan, dunia makin tertekan, dibayangi inflasi tinggi. Makin mahalnya biaya hidup.

“Kita lihat saja, lalu lintas di Jakarta masih macet parah. Ini kan pemborosan energi. Hindari pemborosan,”tambah Hendry Bangun.

Komunikasi publik menjadi isu yang diangkat Raja Pane dan Abdul Rahim Loebis, wartawan senior Kantor Berita “Antara”. Menurut mereka, FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah. Upaya menjaga daya beli masyarakat perlu diapresiasi.

Kebijakan subsidi, bantuan tunai langsung bagi kelompok rentan, perlu mendapat perhatian pemerintah. Pekerja media, wartawan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Banyak wartawan terkena PHK. Mereka ini perlu mendapat bantuan pemerintah hingga mendapat pekerjaan kembali.

“FWK perlu mendukung kebijakan pemerintah, tapi sebagai wartawan harus tetap kritis,”tambahnya. Sebaliknya, pemerintah perlu mawas diri, berhati-hari dalam mengelola ekonomi nasional. Jangan sampai persepsi positif masyarakat, dihapus dengan langkah tidak produktif. Seperti, impor 105.000 kendaraan (pikap/truk) dari India untuk mendukung Koperasi Merah Putih. Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN mengimpor kendaraan ini, merusak citra positif Presiden Prabowo yang sedang gencar menarasikan kemandirian ekonomi Indonesia.

Hendry Bangun juga mengajak anggota FWK melakukan liputan langsung ke lapangan, melihat langsung kehidupan riil masyarakat. Ini penting menjalankan kontrol sosial pers terhadap pemerintah.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menyebut perlunya kebebasan pers dalam mengkritisi pelaksanaan program pemerintah. Mengutip pendapat ekonom dan peraih Nobel, Amartya Sen bahwasanya kebebasan pers diperlukan dalam pembangunan. Ia juga alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Lewat liputan pers, dapat mengungkap terjadinya kemiskinan dan korupsi. Dan, pemerintah harus merespon positif tekanan media. (Rls)

Tags: FWKGibran RakabumingKMPKoranmerapi.idMBGPrabowo Subianto

Related Posts

Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta
News

Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

19 April 2026
Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif
News

Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

19 April 2026
Kongres BMT Indonesia Hasilkan Pengurus Baru: Kokohkan Peran APEX dan Dorong Ekonomi Umat dari Desa
News

Kongres BMT Indonesia Hasilkan Pengurus Baru: Kokohkan Peran APEX dan Dorong Ekonomi Umat dari Desa

19 April 2026
Transformasi BMT 2026: Membangun Ekosistem Ekonomi Umat yang Mandiri dan Berkelanjutan
News

Transformasi BMT 2026: Membangun Ekosistem Ekonomi Umat yang Mandiri dan Berkelanjutan

19 April 2026
Walikota Yogyakarta Dorong Mahasiswa Bentuk Komunitas Peduli Sungai di Kali Code
News

Walikota Yogyakarta Dorong Mahasiswa Bentuk Komunitas Peduli Sungai di Kali Code

18 April 2026
Bakpia Jogkem Grup Bersama Joxzin Lawas Gelar Aksi Donor Darah Ke-16: Wujud Kepedulian Atas Stok Darah PMI
News

Bakpia Jogkem Grup Bersama Joxzin Lawas Gelar Aksi Donor Darah Ke-16: Wujud Kepedulian Atas Stok Darah PMI

18 April 2026
Koran Merapi

PT Merapi Media Utama
Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

0812 2712 7251
harianmerapi@gmail.com

Topik Berita

  • Bedah buku
  • Budaya
  • Cerpen
  • Ekbis
  • Hukum
  • Kearifan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Lelang
  • Lifestyle
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Profil
  • Wisata

Berita Terbaru

Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

Soliditas Terjaga, RAT Inkopsyah BMT Tetapkan Arah Strategis Baru di Yogyakarta

19 April 2026
Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

Ketua Umum DePA-RI Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI): Jadikan Kampus Sebagai Ruang yang Aman dan Inkusif

19 April 2026
  • Aturan Pengguna
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Aturan Pengguna
  • Home
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error code: 522