KORAN MERAPI – Kesadaran akan kelestarian lingkungan kembali digaungkan di pinggiran Kali Code. Melalui gelaran Codefun 2026, warga Kampung Keparakan Kidul bersama elemen mahasiswa dan tokoh masyarakat sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan lingkungan hidup yang produktif. Bertajuk “Pemanfaatan Sampah: Pembuatan Ecopot dan Ecobrick”, aksi ini berlangsung selama tiga hari, 10–13 Mei 2026 lalu.
Kegiatan yang berpusat di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) RT 54 RW 13 Kampung Keparakan Kidul, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Yogyakarta ini diikuti oleh 55 peserta yang antusias. Mereka terdiri dari ibu-ibu PKK, warga setempat, anak-anak, serta kolaborasi mahasiswa dari KKN UPN Veteran Yogyakarta dan Mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) yang tergabung dalam HMTL dan KSL.
Di bawah bimbingan narasumber Agus Subagyo dari Jaringan Pengelola Sampah (JPS) Bantul, para peserta bahu-membahu menyulap limbah domestik menjadi barang yang estetik dan bernilai guna. Pelatihan difokuskan pada dua produk inovatif, yaitu Ecobrick, memanfaatkan limbah plastik low value yang dicacah dan dipadatkan ke dalam botol bekas. Melalui teknik pemadatan yang tepat, tumpukan botol tersebut berhasil ditransformasikan menjadi kursi fungsional yang kokoh.
Kemudian Ecopot (Pot Gombal), memanfaatkan kain-kain bekas tak terpakai yang dicelupkan ke dalam adonan semen dan mill. Menggunakan bantuan ember bekas sebagai cetakan, kain-kain tersebut dibentuk sedemikian rupa, lalu dicat hingga menjadi pot tanaman yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi.
Hadir memantau langsung jalannya pelatihan tersebut Dr. Agus Suyanto, S.Hut., M.Hut. (LPM ITY), Bryan Bisma (Koordinator KKN UPN), serta tokoh yang dikenal sebagai sesepuh Kali Code, Harris Syarif Usman.
Sebagai puncak dari rangkaian Codefun 2026, puluhan orang yang terdiri dari mahasiswa, Linmas, warga, serta Lurah Keparakan, Yusup Akbari, S.T., turun langsung melakukan aksi Reresik Kali Code pada Minggu, 17 Mei 2026.
Berlokasi di area Keparakan Kidul sekitar Jembatan Tungkak, aksi bersih-bersih ini berhasil mengumpulkan puluhan kilogram limbah yang mencemari sungai, mulai dari limbah plastik, popok bayi, hingga karpet bekas.

“Aksi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembuatan produk, tetapi mampu mengubah pola pikir (mindset) masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan kreatif. Kami ingin masyarakat terus menjaga kebersihan Kali Code dengan tidak membuang sampah ke sungai, demi mewujudkan visi Code Nol Sampah,” tandas Harris Syarif Usman di sela-sela kegiatan.
Melalui sinergi antara warga, akademisi, dan pemerintah kelurahan, Codefun 2026 membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hal yang mustahil. Aksi nyata ini diharapkan menjadi pemantik konsistensi warga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keasrian Kali Code ke depan. (Ags)




















