Selasa, 27 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Dari ‘Anak Kambing’ ke Media Merdeka

Oleh: Tundra Meliala (Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat)

admin by admin
17 Agustus 2025
in Opini
0
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Bagi insan pers, ukuran sejati dari kemerdekaan Indonesia adalah sejauh mana kemerdekaan pers bisa tegak setegak-tegaknya. Kita sering mengira kemerdekaan pers adalah barang gampang, toh setiap hari kita bisa baca berita dari ratusan portal daring, menonton liputan televisi, atau sekadar menikmati ocehan akun-akun media di medsos. Namun, realitas di balik layar tidak sesederhana itu.

Justru hari ini, meraih kemerdekaan pers semakin pelik. Kalau diartikan sebatas bebas meliput, bebas memberitakan, dan bebas dari tekanan politik, mungkin memang pers kini relatif lebih terbuka ketimbang era otoritarian dulu. Tetapi sejak pandemi Covid-19 mempercepat peralihan konsumsi informasi ke platform digital, pers berhadapan dengan “penjajah” baru: ekosistem bisnis media yang kian rapuh.

Krisis Ekonomi Media

Data Nielsen (2023) menunjukkan belanja iklan di televisi, cetak, dan radio terus turun, sementara iklan digital tumbuh pesat, tetapi ironisnya, lebih dari 70 persen diambil alih oleh raksasa platform global seperti Google dan Meta. Akibatnya, media lokal hanya kebagian remah-remah. Catatan penulis, setidaknya 500 jurnalis kehilangan pekerjaan sepanjang pandemi karena efisiensi redaksi. Lalu disambung badai PHK yang menyebabkan banyak jurnalis terbaik di media mainstream kehilangan pekerjaan.

Di titik ini, kemerdekaan pers tidak lagi sekadar soal bebas dari tekanan politik, tetapi juga bagaimana media mampu melepaskan diri dari jeratan ketergantungan finansial. Banyak media kini terpaksa “menggadaikan” independensi demi bertahan hidup: dari content placement berbayar, pesanan politik, hingga menjajakan ruang pemberitaan kepada pemodal. Alih-alih melayani publik, pers kerap terjebak melayani pihak yang paling mampu membayar.

Tak heran muncul istilah getir: “pers anak kambing”, media yang harus menyusu ke sana-sini sekadar untuk hidup. Gambaran ini tentu menyakitkan, tapi juga jujur. Di tengah situasi itu, lahirlah Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI). Organisasi ini semoga tidak hanya menambah daftar panjang asosiasi pers yang ada, melainkan bisa menjawab tantangan zaman: menyatukan media lintas platform  cetak, elektronik, daring, hingga multimedia, dalam sebuah ekosistem kolaboratif.

Sebagai yang pertama dan satu-satunya wadah media konvergensi, AMKI memikul misi yang tidak ringan: mengubah pola bertahan hidup media yang selama ini “meminta-minta” menjadi pola kolaborasi yang produktif. Konvergensi bukan sekadar jargon teknologi, melainkan strategi untuk menegakkan kembali kemandirian pers.

Sinergi Tanpa Intervensi

Kabar baiknya, sejumlah institusi strategis, dari kementerian dan lembaga tinggi negara, hingga mitra militer dan swasta, telah menyatakan dukungan. Bukan untuk menundukkan media, tetapi untuk merangkul dan mempercayai pers sebagai pilar demokrasi. Kolaborasi ini, kalau dikelola dengan benar, bisa menjadi energi baru bagi media tanpa mengorbankan independensi.

Di sisi lain, AMKI tetap harus menjaga rambu-rambu. Kemerdekaan pers tetap berpijak pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sinergi tidak boleh berubah menjadi kooptasi. Media hanya akan dihormati publik bila ia tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pemodal atau institusi.

AMKI sendiri bukan sekadar “forum kumpul-kumpul”. Ia lahir untuk menggelar program konkret: Forum Konvergensi Media, pelatihan digitalisasi, advokasi regulasi, hingga kemitraan strategis yang menguntungkan semua pihak. Di dalam struktur AMKI, hadir pula tokoh-tokoh besar dari berbagai latar belakang—pejabat sipil, perwira militer, akademisi, dan praktisi media.

Jika di masa lalu pers sempat rela “dijajah” demi bertahan, maka dengan AMKI kita ingin melangkah ke babak baru: menjadikan kolaborasi sebagai kunci, kemandirian sebagai fondasi, dan kepentingan publik sebagai arah.

Akhir kata, kemerdekaan pers hari ini memang tidak sesederhana menolak intervensi politik. Ia menuntut kecerdikan menghadapi kapitalisme platform, menuntut solidaritas di antara media, dan menuntut keberanian untuk berkata: lebih baik miskin tapi merdeka, ketimbang kaya tapi diperbudak. Dengan AMKI, kita ingin pers Indonesia kembali menegakkan kepalanya, setegak-tegaknya. (*)

Tags: AMKIKoranmerapi.idMedia MerdekaTundra Meliala

Related Posts

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional
Opini

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM
Opini

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 
Opini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 

21 Oktober 2026
Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

27 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran di Mata Pemuda Jogja: Apresiasi Kebebasan Sipil, Evaluasi Komunikasi Pemerintah

Dua Tahun Prabowo-Gibran di Mata Pemuda Jogja: Apresiasi Kebebasan Sipil, Evaluasi Komunikasi Pemerintah

27 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bentuk Apresiasi Atas Kepatuhan Pajak sebagai Pembangunan Daerah

Bupati Gunungkidul Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bentuk Apresiasi Atas Kepatuhan Pajak sebagai Pembangunan Daerah

26 Oktober 2026
Cegah Bencana Alam, Eko Suwanto Mendorong Pemda DIY Tahun 2027 Deklarasikan Tahun Menanam

Cegah Bencana Alam, Eko Suwanto Mendorong Pemda DIY Tahun 2027 Deklarasikan Tahun Menanam

26 Oktober 2026
Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

Bulan Bakti Karang Taruna 2026: Syauqi Soeratno Tantang Karang Taruna Wujudkan Kerja Nyata

27 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran di Mata Pemuda Jogja: Apresiasi Kebebasan Sipil, Evaluasi Komunikasi Pemerintah

Dua Tahun Prabowo-Gibran di Mata Pemuda Jogja: Apresiasi Kebebasan Sipil, Evaluasi Komunikasi Pemerintah

27 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bentuk Apresiasi Atas Kepatuhan Pajak sebagai Pembangunan Daerah

Bupati Gunungkidul Beri Penghargaan Wajib Pajak, Bentuk Apresiasi Atas Kepatuhan Pajak sebagai Pembangunan Daerah

26 Oktober 2026
Cegah Bencana Alam, Eko Suwanto Mendorong Pemda DIY Tahun 2027 Deklarasikan Tahun Menanam

Cegah Bencana Alam, Eko Suwanto Mendorong Pemda DIY Tahun 2027 Deklarasikan Tahun Menanam

26 Oktober 2026
Eko Suwanto Desak Pemda DIY Bangun Ekosistem Digital Guna Fasilitasi Terciptanya Usaha Baru Bagi Kaum Muda

Eko Suwanto Desak Pemda DIY Bangun Ekosistem Digital Guna Fasilitasi Terciptanya Usaha Baru Bagi Kaum Muda

26 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Tekankan Disiplin ASN, Pelayanan Publik Harus Berorientasi Untuk Masyarakat

Bupati Gunungkidul Tekankan Disiplin ASN, Pelayanan Publik Harus Berorientasi Untuk Masyarakat

26 Oktober 2026