Kamis, 12 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Purbaya: Harapan di Tengah Keretakan Anggaran

Oleh: Tundra Meliala (Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat)

admin by admin
23 November 2025
in Opini
0
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – PAGI, akhir Agustus 2025, Jakarta yang lembab seperti ikut menahan napas ketika kabar mundurnya Sri Mulyani mengalir deras di linimasa. Rumah dinasnya yang porak-poranda akibat amarah demonstran, menjadi simbol dari ketegangan sosial yang lama disimpan rakyat: ketidakadilan gaji pejabat, ketimpangan, dan ruang fiskal yang semakin sesak.

Di tengah kekisruhan itu, satu nama muncul menggantikan: Purbaya Yudhi Sadewa. Ketika mobil dinasnya berhenti di halaman Kementerian Keuangan, seorang staf muda berbisik lirih, “Pak Purbaya itu gayanya santai, tapi pikirannya rapi.”

Ucapan itu mungkin tepat, atau setidaknya menggambarkan harapan banyak orang. Purbaya datang bukan sebagai teknokrat yang didandani politisasi, tetapi sebagai ekonom yang telah melintasi industri, ruang riset, dan meja kekuasaan selama hampir tiga dekade.

Jika DNA teknokrasi bisa diwariskan, Purbaya membawa setumpuk predikat yang jarang dimiliki satu orang. Ia Field Engineer Schlumberger (1989–1994), ekonom senior Danareksa (2000–2005), Chief Economist Danareksa (2005–2013), Dirut Danareksa Securities (2006–2008).

Ia juga Deputi III KSP (2015), staf khusus di Kemenko Perekonomian & Marves, dan Ketua Dewan Komisioner LPS (2020–2025)

Di LPS, ia menjadi salah satu figur yang membangun ulang kepercayaan publik terhadap industri perbankan pascapandemi. Di Danareksa, ia dikenal sebagai ekonom yang tidak alergi pada angka yang getir. Dan di KSP, ia belajar bahwa data sering kali kalah oleh dinamika politik, kecuali bila diucapkan dengan ketenangan yang meyakinkan.

Pendidikan elektro ITB dan gelar doktor ekonomi dari Purdue memberinya dua hal: struktur berpikir insinyur dan sensitivitas makroekonomi seorang akademisi. Kombinasi semacam itu jarang, dan justru itu yang membuatnya dipanggil ke ruang krisis hari ini.

“Tiga Ribu Triliun Saja Bisa Diselewengkan…”
Kalimat itu meledak di ruang publik seperti gebrakan meja rapat yang lama ditunggu-tunggu orang banyak. Di balik gaya bicara koboinya, yang dia akui sendiri “harus diperhalus” ketika duduk sebagai Menkeu, ada fakta pahit yang selama ini hanya dibicarakan di ruang-ruang teknis, bahwa kebocoran anggaran tidak lagi ukuran liter, tapi kubik.

Dalam rapat dengan DPR, ketika Rocky Gerung menyebutnya “kasir”, Purbaya menjawab dengan senyum datar. Ia tidak defensif. Tidak juga membalas. “Saya memang blak-blakan,” katanya, “tapi angka tidak pernah bohong.”

Kalimat yang sederhana, toh dalam dunia fiskal itu bisa seperti pengakuan iman.

Kebijakan Awal: Menggoyang Pohon-pohon Besar
Tidak perlu menunggu lama untuk melihat arah sorongannya. Ia menempatkan dana Rp200 triliun di bank BUMN. Tujuannya: membuka keran kredit, mendorong sektor riil, menyulut mesin pertumbuhan.

Namun, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan: apakah uang itu akan bergerak, atau sekadar menjadi angka tidur dalam neraca perbankan?

Ia kemudian memotong transfer daerah 2026. Alasannya: salah kelola dan dugaan penyelewengan.

Langkah ini berani, bahkan berisiko.
Transfer daerah adalah “urat nadi politik lokal”. Tetapi ketegasan juga kadang menjadi obat pahit yang dibutuhkan arsitektur fiskal.

Berikutnya, dia menolak APBN menanggung utang Kereta Cepat Whoosh. “Utang itu BUMN yang tanggung,” ujarnya.

Proyek senilai ± Rp120 triliun Whoosh adalah gajah putih yang kerap dicicil dengan narasi nasionalisme. Purbaya memotongnya dengan satu kalimat teknis: APBN bukan penyapu jejak kesalahan korporasi.

Langkah ini tidak populer, tetapi membangun sinyal kedisiplinan fiskal yang lama menghilang.

Belum berhenti, Purbaya pun lantas membuat pertimbangan menurunkan PPN. Sekilas terdengar populis. Namun jika daya beli melemah, pemulihan bisa tersendat. Masalahnya, ruang fiskal Indonesia tidak lagi seluas era sebelum pandemi.

Tiga Luka Lama yang Harus Ia Jahit
Di banyak kesempatan, Presiden Prabowo menuntut pertumbuhan 6 persen. Namun Purbaya sedang berjalan di antara tiga kawah finansial:

Pertama, ketidakpuasan rakyat soal keadilan anggaran. Kemarahan soal gaji pejabat bukan sekadar nominal. Itu adalah simbol ketidaksetaraan kesempatan.

Kedua, utang negara yang mendekati Rp8.000 triliun. Retorika “utang bisa dibayar” harus dibuktikan dengan strategi penerimaan, bukan hanya optimisme.

Ketiga, belanja negara yang semakin tidak efisien. Dari bansos, belanja barang, hingga infrastruktur yang tumpang tindih. Ini medan tempur utama seorang Menkeu.

Lalu, Mengapa Kita Masih Bisa Menaruh Harapan?
Harapan bukan soal sentimentil.
Bukan soal menyukai gaya humornya.
Dan bukan karena survei menempatkannya sebagai menteri favorit.

Harapan ada karena poin-poin ini:

Ia teknokrat yang pernah memegang risiko sistemik. Tidak semua ekonom pernah memegang LPS, lembaga yang harus bertindak cepat ketika bank jatuh.

Ia punya keberanian politik yang tidak lazim: menolak beban APBN untuk proyek besar adalah precedent penting.

Ia paham bahwa pertumbuhan tanpa keadilan adalah bom waktu. Pemotongan transfer daerah, bila dikawal benar, adalah sinyal bahwa efisiensi tidak boleh menjadi wacana kosong.

Ia tidak mudah terpesona narasi “lembaga internasional”. Sikap skeptis pada IMF atau investor asing menunjukkan kepercayaan diri, sekaligus kehati-hatian.

Ia sadar beban historis yang sedang ia pikul. Seorang Menkeu tidak hanya mengurus angka, tetapi juga rasa keadilan rakyat yang terkoyak.

Ruang Anggaran yang Retak, dan Kesempatan yang Tipis
Indonesia sedang berjalan di atas batu pijakan fiskal yang retak-retak. Setiap langkah salah bisa mengirim negara ini ke arah spiral yang lebih dalam. Namun setiap langkah berani yang tepat bisa membangun fondasi baru.

Purbaya bukan pahlawan. Ia bukan antihero. Ia hanya teknokrat yang sedang ditempatkan di persimpangan sejarah.

Apakah ia akan sukses? Masih terlalu dini. Namun dalam ruang gelap fiskal saat ini, ia membawa seberkas lampu kecil: keberanian untuk menyentuh area yang selama ini terlalu nyaman.

Dan mungkin, dari sanalah perjalanan panjang pembenahan anggaran bisa dimulai. (*)

Tags: AMKIAnggaranPurbayaTundra Meliala

Related Posts

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas
Opini

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas

8 Maret 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Bagaimana Puasanya Kawan?

28 Februari 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Mengapa Meminta Maaf ?

22 Februari 2026
Ramadhan dan Pers Kita
Opini

Ramadhan dan Pers Kita

17 Februari 2026
​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia
Opini

​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

16 Februari 2026
Biosaka: Revolusi Organik atau Sekadar Sugesti Pertanian?
Opini

Biosaka: Revolusi Organik atau Sekadar Sugesti Pertanian?

22 Januari 2026

Stay Connected

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    15 Maret 2025
    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    15 Maret 2025
    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    18 April 2024
    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    2 Juli 2024
    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    0
    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    0
    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    0
    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    0
    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    12 Maret 2026
    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    11 Maret 2026
    Hadirkan Solusi Herbal Berbasis Riset, Prof. Dr. Dwiyati Lewat CV Windra Mekar

    Hadirkan Solusi Herbal Berbasis Riset, Prof. Dr. Dwiyati Lewat CV Windra Mekar

    11 Maret 2026
    Menjemput “Roh” Mataram: Saat Pemuda Kampung Jogja Mengetuk Pintu Masa Lalu

    Menjemput “Roh” Mataram: Saat Pemuda Kampung Jogja Mengetuk Pintu Masa Lalu

    11 Maret 2026
    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    12 Maret 2026
    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    11 Maret 2026
    Hadirkan Solusi Herbal Berbasis Riset, Prof. Dr. Dwiyati Lewat CV Windra Mekar

    Hadirkan Solusi Herbal Berbasis Riset, Prof. Dr. Dwiyati Lewat CV Windra Mekar

    11 Maret 2026
    Menjemput “Roh” Mataram: Saat Pemuda Kampung Jogja Mengetuk Pintu Masa Lalu

    Menjemput “Roh” Mataram: Saat Pemuda Kampung Jogja Mengetuk Pintu Masa Lalu

    11 Maret 2026
    ​Hasto Wardoyo Tekankan Program ‘Hospital at Home’, Targetkan Layanan Door to Door di Tiap Kampung Kota Jogja

    ​Hasto Wardoyo Tekankan Program ‘Hospital at Home’, Targetkan Layanan Door to Door di Tiap Kampung Kota Jogja

    10 Maret 2026
    Advokat DePA-RI Laporkan Polresta Denpasar Ke Propam Mabes Polri

    Advokat DePA-RI Laporkan Polresta Denpasar Ke Propam Mabes Polri

    10 Maret 2026
    Koran Merapi

    PT Merapi Media Utama
    Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

    0812 2712 7251
    harianmerapi@gmail.com

    Topik Berita

    • Bedah buku
    • Budaya
    • Cerpen
    • Ekbis
    • Hukum
    • Kearifan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lain-lain
    • Lelang
    • Lifestyle
    • News
    • Olahraga
    • Opini
    • Pendidikan
    • Profil
    • Wisata

    Berita Terbaru

    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    19 Advokat DePA-RI yang Diambil Sumpah Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Bertekad Menjaga Integritas 

    12 Maret 2026
    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    Hadapi Kebisingan Informasi Media Sosial, Polda DIY Tantang Penguatan Media Mainstream

    11 Maret 2026
    • Aturan Pengguna
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Aturan Pengguna
    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pasang Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    error code: 522