KORAN MERAPI – Eempat dosen asal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan pengabdian terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Taiwan.
Empat dosen UMY tersebut, tiga berasal dari Program Vokasi dan satu dari Prodi International Program of Accounting (IPACC). Mereka melaksanakan pendampingan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan bagi para PMI di Taiwan.
Adapun empat dosen tersebut, yakni Linda Kusumastuti Wardana, S.Pd., M.Sc, Nur Hudha Wijaya, S.T., M.Eng dan Andika Wisnujati., S.T., M.Eng., P.h.D. dari Program Vokasi.
Sedangkan satu dosen dari Prodi IPACC UMY, yakni Fitri Wahyuni, S.E., M.Sc. Inisiasi pengabdian internasional tersebut merupakan fokus UMY dalam meningkatkan internasioanalisasi dosen maupun mahasiswa. Menurut Linda, pelaksanaan pengabdian di Taiwan tersebut berlangsung selama dua hari, belum lama ini. Dua tempat sebagai pusat kegiatan, terutama di Mushola Asia University Taichung dan Majid Taichung, Taiwan.
“Kami bekerja sama pula dengan Ikatan Muslim Indonesia Taiwan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan dan Pimpinan Cabang Luar Negeri (PCLN) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Taiwan,” ungkap Linda.
Selain itu, juga bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan (Formmit) serta Asia University sebagai mitra kolaborator pada pengabdian tersebut.
Dijelaskan Linda, tantangan yang dirasakan selama pengabdian berlangsung, yakni masalah koordinasi dengan para PMI dan kolaborator Asia University terkait teknis dan bahasa.
Namun, ia juga langsung memberi solusi pada permaslahan tersebut. Termasuk pula adanya beberapa kendala dari segi komunikasi, koordinasi serta teknis.
“Apalagi ada beberapa PMI yang takut ketika diminta mengisi kuisioner survey, jadi kami harus ada effort untuk menjelaskan. Solusinya kami membuat dua kuisioner dengan bahasa Indonesia dan Inggris,” urainya.
Linda berharap dengan diadakannya pengabdian internasional tersebut bisa memberikan manfaat dan meningkatkan pentingnya pengelolaan keuangan.
Tak kalah penting, soal soft skill ketika PMI sudah kembali ke Indonesia dan berusaha dapat meningkatkan skala ekonomi ketika sudah ada di kampung halaman masing-masing.
“Semoga apa yang kami sampaikan dan kami dampingi di sana setidaknya bermanfaat bagi PMI di Taiwan. Sebab meningkatkan pengelolaan keuangan dan softskill itu penting supaya bisa meningkatkan kualitas ekonomi ketika sudah tinggal di Indonesia lagi,” harap Linda. (Yan)








