Kamis, 22 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

Oleh: Nashrul Mu'minin S.Pd,. C.PW,. C.IJ (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

admin by admin
22 Oktober 2026
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran santri dalam perjalanan bangsa. Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan kesempatan untuk mengenang perjuangan, merawat tradisi keilmuan pesantren, dan memperkuat pengabdian kepada agama, bangsa, serta kemanusiaan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat Indonesia. Melalui pendidikan agama, pembiasaan ibadah, tradisi keilmuan, dan kehidupan bersama, pesantren menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral dan tanggung jawab sosial.

Menjadi santri bukan semata-mata tentang mengenakan sarung, tinggal di lingkungan pesantren, atau mengikuti pengajian. Kes santrian merupakan proses pembentukan karakter yang menuntut kesungguhan dalam menuntut ilmu, penghormatan terhadap guru, pemeliharaan adab, dan kepedulian terhadap sesama. Pendidikan pesantren mengajarkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dikuasai, tetapi harus diamalkan. Kecerdasan perlu disertai kerendahan hati, sementara pengetahuan harus diarahkan untuk menghadirkan manfaat bagi kehidupan.

Nilai-nilai tersebut tidak seharusnya berhenti ketika seseorang meninggalkan pesantren. Justru dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas, nilai kesantrian diuji melalui tindakan nyata. Ilmu harus melahirkan karya, akhlak harus tercermin dalam perilaku, dan pengabdian harus diwujudkan melalui kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan demikian, identitas santri tidak hanya berkaitan dengan latar belakang pendidikan, tetapi juga dengan konsistensi menjaga nilai-nilai kebaikan dalam berbagai ruang kehidupan.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, santri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penguasaan ilmu agama tetap menjadi landasan penting, tetapi perlu disertai literasi digital, penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap persoalan sosial. Santri perlu mengambil peran dalam dunia pendidikan, ekonomi, kebudayaan, teknologi, dan ruang publik. Kehadiran mereka di berbagai bidang diharapkan mampu memperkuat kehidupan masyarakat yang berkeadaban dan berkeadilan.

Kemajuan zaman tidak harus dipertentangkan dengan tradisi pesantren. Sebaliknya, tradisi keilmuan perlu terus dikembangkan agar mampu berdialog dengan perubahan tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Menjaga warisan keilmuan bukan berarti menutup diri dari pembaruan. Demikian pula, menerima perkembangan modernitas tidak berarti meninggalkan nilai-nilai agama. Santri perlu membangun sikap yang teguh dalam prinsip, terbuka dalam pemikiran, dan bijaksana dalam menghadapi perubahan.

Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, atau pencapaian akademik. Indonesia juga membutuhkan manusia yang berintegritas, menjunjung keadilan, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mempertanggungjawabkan ilmu serta kekuasaannya. Dalam konteks tersebut, santri mempunyai ruang pengabdian yang luas melalui pendidikan yang mencerahkan, dakwah yang menyejukkan, literasi yang mencerdaskan, dan gerakan sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pendidikan pesantren tidak berhenti pada pewarisan pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Santri perlu didorong untuk menghasilkan karya, membangun inovasi, mengembangkan budaya membaca dan menulis, serta berpartisipasi dalam dialog yang sehat di tengah masyarakat. Dengan bekal tersebut, tradisi pesantren dapat terus memberikan sumbangan nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban.

Hari Santri Nasional 2026 semestinya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Menghormati sejarah perjuangan santri harus disertai kesediaan menghadapi persoalan masa kini. Kebanggaan terhadap pesantren perlu diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan budaya literasi, pengembangan kreativitas, dan perluasan pengabdian. Penghargaan terhadap masa lalu akan memiliki makna yang lebih besar apabila mampu melahirkan langkah nyata bagi masa depan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan santri tidak terletak pada simbol, atribut, atau besarnya kebanggaan terhadap identitas, tetapi pada ilmu yang dikembangkan, akhlak yang dijaga, serta manfaat yang diberikan kepada sesama. Semangat kesantrian harus hadir dalam tindakan yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Dengan demikian, nilai-nilai pesantren dapat menjadi kekuatan moral yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga semangat mengaji, mengabdi, dan memberi manfaat senantiasa menjadi bagian dari ikhtiar membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban. Santri boleh meninggalkan pesantren untuk menapaki berbagai jalan pengabdian, tetapi nilai-nilai pesantren harus tetap hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan. Sebab, masa depan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga manusia berintegritas yang menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan kemajuan sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat. (*)

Tags: 22 OktoberHari SantriKoranmerapi.idNasional

Related Posts

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM
Opini

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 
Opini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 

21 Oktober 2026
Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Tekankan Penataan Pariwisata, Optimalisasi PAD, Kemudahan Perizinan, dan Ketertiban Tata Ruang

Bupati Gunungkidul Tekankan Penataan Pariwisata, Optimalisasi PAD, Kemudahan Perizinan, dan Ketertiban Tata Ruang

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
BPK Periksa Pengelolaan Air Minum dan Dana Pendidikan Gunungkidul, Audit Berlangsung 30 Hari

BPK Periksa Pengelolaan Air Minum dan Dana Pendidikan Gunungkidul, Audit Berlangsung 30 Hari

21 Oktober 2026
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Tekankan Penataan Pariwisata, Optimalisasi PAD, Kemudahan Perizinan, dan Ketertiban Tata Ruang

Bupati Gunungkidul Tekankan Penataan Pariwisata, Optimalisasi PAD, Kemudahan Perizinan, dan Ketertiban Tata Ruang

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
BPK Periksa Pengelolaan Air Minum dan Dana Pendidikan Gunungkidul, Audit Berlangsung 30 Hari

BPK Periksa Pengelolaan Air Minum dan Dana Pendidikan Gunungkidul, Audit Berlangsung 30 Hari

21 Oktober 2026
Oetojo Oesman: Kecolongan Eddy Tansil itu Menyesakkan

Oetojo Oesman: Kecolongan Eddy Tansil itu Menyesakkan

21 Oktober 2026
PIKI Dorong Kepastian Restitusi Korban Tindak Pidana, Puluhan Ribu Korban Jadi Perhatian

PIKI Dorong Kepastian Restitusi Korban Tindak Pidana, Puluhan Ribu Korban Jadi Perhatian

21 Oktober 2026