Selasa, 22 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Stupid, Dungu dan Goblok

Penulis : Moh. Ali Imron, S.Sos., M.Fis. (Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta)

admin by admin
9 Desember 2024
in Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Awal tahun 90-an ramai dalam pemberitaan majalah politik dan koran politik di Indonesia dengan kata “stupid” yang dikemukakan oleh Gus Dur yang saat itu adalah ketua PBNU dan Ketua Forum Demokrasi. Awalnya kata stupid itu dilontarkan oleh Gus Dur ketika beliau diwawancarai sebuah media luar negeri berbahasa inggris. “He is stupid” demikian kira-kira kata Gus Dur ketika ditanya pendapatnya tentang langkah-langkah yang dilakukan Soeharto pada waktu itu.

Mengatakan Soeharto stupid dalam konteks politik Indonesia waktu itu bukan saja memerlukan keberanian yang luar biasa, akan tetapi juga dilandasi dengan argumentasi yang kuat. Maka hampir semua khalayak mengagumi keberanian Gus Dur dan justru dengan afirmasi menyetujuinya. Setelah pernyataan itu maka pergulatan politik antara NU, Fordem, Pemerintah, dan ABRI sebagai pembela Soeharto berjalan keras. Dimulai dari pelarangan seminar hingga percobaan penggulingan Gus Dur dari ketua PBNU.

Belum lama terdengar, sekitar 2 tahun lalu Pakar Filsafat demikian selalu disebut, Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi itu “dungu” ketika dia berbicara di suatu kesempatan. Menurut Rocky, Pak Jokowi itu dungu karena tidak paham tentang hal-hal yang fundamental dalam pemerintahan. Dunia media Indonesia pun riuh rendah. Ada yang pro maupun yang kontra.

Sebagaimana biasa istana atau Jokowi tak pernah menanggapi kritik RG meskipun untuk sebagian besar telinga kata “dungu” itu termasuk kasar. Bukannya mengalami kesulitan seperti Gus Dur, bung RG malah semakin berkibar dan diundang kemana-mana. Nampaknya para oposisi Jokowi senang dengan ungkapan RG itu.

Beberapa hari ini meluncurlah kata “goblok” yang dikeluarkan “di atas” es teh oleh seorang staf khusus presiden di suatu forum pengajian. Kata itu kemudian menjadi viral dipotong-potong dalam video media sosial yang akhirnya memunculkan suatu intensi bahwa kata goblok itu demikian menghinakan. Bahkan di media sosial dibumbui dengan pendapat-pendapat yang sangat personal tentang stafsus presiden yang memang tidak disukai sebelumnya dan diikuti dorongan pemecatan.

Kalau kita melihat konteksnya dalam acara es teh itu sebenarnya celotehan candaan yang sudah biasa terjadi dalam forum-forum yang sama di tempat lain dan orang biasa saja. Ketika seorang pedagang belum bisa menjual dagangannya bisa jadi dia memang gak pinter jualan alias goblok. Lantas salahnya di mana kata goblok itu hingga menimbulkan hujatan.

Barangkali adalah posisi yang mengucapkan hari ini adalah pembantu presiden yang dalam Pemilu kemarin bukan pilihan netizen. Pertanyaannya adalah kenapa kata dungu yang dilontarkan kepada seorang presiden dianggap lebih tepat oleh netizen dibanding dengan kata goblok untuk seorang penjual es teh? Adilkah?. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: DunguGoblokGus DurKoranmerapi.idStupid

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026