Kamis, 25 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Stupid, Dungu dan Goblok

Penulis : Moh. Ali Imron, S.Sos., M.Fis. (Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta)

admin by admin
9 Desember 2024
in Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Awal tahun 90-an ramai dalam pemberitaan majalah politik dan koran politik di Indonesia dengan kata “stupid” yang dikemukakan oleh Gus Dur yang saat itu adalah ketua PBNU dan Ketua Forum Demokrasi. Awalnya kata stupid itu dilontarkan oleh Gus Dur ketika beliau diwawancarai sebuah media luar negeri berbahasa inggris. “He is stupid” demikian kira-kira kata Gus Dur ketika ditanya pendapatnya tentang langkah-langkah yang dilakukan Soeharto pada waktu itu.

Mengatakan Soeharto stupid dalam konteks politik Indonesia waktu itu bukan saja memerlukan keberanian yang luar biasa, akan tetapi juga dilandasi dengan argumentasi yang kuat. Maka hampir semua khalayak mengagumi keberanian Gus Dur dan justru dengan afirmasi menyetujuinya. Setelah pernyataan itu maka pergulatan politik antara NU, Fordem, Pemerintah, dan ABRI sebagai pembela Soeharto berjalan keras. Dimulai dari pelarangan seminar hingga percobaan penggulingan Gus Dur dari ketua PBNU.

Belum lama terdengar, sekitar 2 tahun lalu Pakar Filsafat demikian selalu disebut, Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi itu “dungu” ketika dia berbicara di suatu kesempatan. Menurut Rocky, Pak Jokowi itu dungu karena tidak paham tentang hal-hal yang fundamental dalam pemerintahan. Dunia media Indonesia pun riuh rendah. Ada yang pro maupun yang kontra.

Sebagaimana biasa istana atau Jokowi tak pernah menanggapi kritik RG meskipun untuk sebagian besar telinga kata “dungu” itu termasuk kasar. Bukannya mengalami kesulitan seperti Gus Dur, bung RG malah semakin berkibar dan diundang kemana-mana. Nampaknya para oposisi Jokowi senang dengan ungkapan RG itu.

Beberapa hari ini meluncurlah kata “goblok” yang dikeluarkan “di atas” es teh oleh seorang staf khusus presiden di suatu forum pengajian. Kata itu kemudian menjadi viral dipotong-potong dalam video media sosial yang akhirnya memunculkan suatu intensi bahwa kata goblok itu demikian menghinakan. Bahkan di media sosial dibumbui dengan pendapat-pendapat yang sangat personal tentang stafsus presiden yang memang tidak disukai sebelumnya dan diikuti dorongan pemecatan.

Kalau kita melihat konteksnya dalam acara es teh itu sebenarnya celotehan candaan yang sudah biasa terjadi dalam forum-forum yang sama di tempat lain dan orang biasa saja. Ketika seorang pedagang belum bisa menjual dagangannya bisa jadi dia memang gak pinter jualan alias goblok. Lantas salahnya di mana kata goblok itu hingga menimbulkan hujatan.

Barangkali adalah posisi yang mengucapkan hari ini adalah pembantu presiden yang dalam Pemilu kemarin bukan pilihan netizen. Pertanyaannya adalah kenapa kata dungu yang dilontarkan kepada seorang presiden dianggap lebih tepat oleh netizen dibanding dengan kata goblok untuk seorang penjual es teh? Adilkah?. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: DunguGoblokGus DurKoranmerapi.idStupid

Related Posts

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa
Opini

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026