Kamis, 24 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

Oleh: Tundra Meliala (Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat)

admin by admin
20 Maret 2026
in Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Di bulan puasa tahun ini, suasana batin publik seperti digulung gelombang yang tak kunjung reda. Dari dalam negeri, isu ekonomi, hukum, hingga kebijakan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian. Dari luar, bayang-bayang konflik global, termasuk eskalasi ketegangan Iran–Amerika Serikat, menghadirkan kecemasan baru. Dunia terasa gaduh, sementara ruang batin kian sesak.

Kita berpuasa dalam lanskap krisis yang bertumpuk. Dan di tengah itu, muncul satu pertanyaan yang jarang diajukan dengan jujur: apakah masyarakat Indonesia mulai terbiasa, atau bahkan kebal, terhadap tekanan yang terus-menerus?

Data memberi petunjuk awal. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2024 berada di angka 9,03 persen. Sementara itu, rasio Gini, indikator ketimpangan, bertengger di kisaran 0,38 pada 2023. Angka-angka ini tidak ekstrem, tetapi cukup menunjukkan bahwa jurang sosial tetap terbuka lebar. Di kota-kota besar, tekanan justru terasa lebih tajam: biaya hidup meningkat, akses perumahan kian sulit, dan pekerjaan formal tak selalu tersedia.

Dalam situasi seperti itu, problem bukan sekadar kekurangan, melainkan kelelahan kolektif.

Kita menyaksikan pasangan muda yang menunda membeli rumah karena harga tak terjangkau. Mereka yang bekerja keras tetap merasa jauh dari rasa aman ekonomi. Sementara di sektor hukum, kepercayaan publik acap terguncang oleh kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan aparat penegak hukum sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini melahirkan sikap apatis: bukan karena tidak peduli, melainkan karena merasa tak berdaya.

Di titik inilah, “kebal” menjadi kata kunci. Kebal bukan berarti kuat. Ia bisa berarti mati rasa.

Fenomena ini tampak dalam keseharian. Banyak orang memilih diam saat menghadapi ketidakadilan. Bukan karena setuju, tetapi karena lelah melawan sistem yang terasa tak berubah. Aspirasi publik seperti teredam oleh realitas bahwa suara individu jarang berdampak signifikan.

Dalam psikologi sosial, kondisi ini sering disebut sebagai learned helplessness, ketika individu merasa upaya apa pun tidak akan mengubah keadaan, sehingga memilih berhenti mencoba. Dalam konteks Indonesia, gejala ini menemukan bentuknya dalam sikap “yang penting bertahan”.

Puasa, dalam situasi seperti ini, menemukan makna baru. Ia tidak lagi semata ritual spiritual, melainkan mekanisme bertahan hidup.

Menahan lapar dan haus menjadi simbol yang lebih luas: menahan amarah terhadap ketidakadilan, menahan kekecewaan terhadap negara, bahkan menahan keputusasaan terhadap masa depan. Puasa menjadi latihan diam dan, dalam batas tertentu, legitimasi untuk diam.

Idul Fitri, yang secara teologis dimaknai sebagai kemenangan, pun mengalami pergeseran dalam penerapan. Kemenangan itu tidak lagi tentang menaklukkan hawa nafsu semata, melainkan tentang keberhasilan bertahan melewati tekanan hidup yang tak kunjung reda.

Kita merayakan bukan karena semua persoalan selesai, tetapi karena kita masih sanggup berdiri.

Lebaran, dengan simbol kemenangan dan kembali ke fitrah, memang tidak boleh dimaknai sebagai garis akhir dari perjuangan batin, melainkan titik awal untuk memulihkan keberanian.

Kemenangan sejati bukan hanya soal berhasil bertahan, tetapi juga tentang kemampuan untuk tetap peduli, dan, ketika perlu, berani bersuara.

Sebab, sebuah bangsa tidak runtuh hanya karena krisis yang bertubi-tubi. Ia runtuh ketika warganya berhenti percaya bahwa keadaan bisa diubah.

Dan mungkin, di tengah segala tekanan ini, tantangan terbesar kita bukan sekadar bertahan hidup, melainkan menjaga agar hati tidak benar-benar menjadi kebal. (***)

Tags: AMKIIdul FitriKoranmerapi.idMBGPuasa RamadanTundra Meliala

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Donnie Brahmandhika, Consumer Product Marketing Manager - AMD Indonesia, dan Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

AMD Perkuat AI PC dengan Ryzen AI 400 dan Ryzen AI Max+ Series, Bawa Performa AI hingga 60 TOPS

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Donnie Brahmandhika, Consumer Product Marketing Manager - AMD Indonesia, dan Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

AMD Perkuat AI PC dengan Ryzen AI 400 dan Ryzen AI Max+ Series, Bawa Performa AI hingga 60 TOPS

23 September 2026
Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia

Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia

22 September 2026
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Donnie Brahmandhika, Consumer Product Marketing Manager - AMD Indonesia, dan Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

AMD Perkuat AI PC dengan Ryzen AI 400 dan Ryzen AI Max+ Series, Bawa Performa AI hingga 60 TOPS

23 September 2026
Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia

Myanmar Bergabung, Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Perkuat Persahabatan Asia

22 September 2026
PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

PTMSI DIY Kirimkan 8 Atlet Ke Kejurnas PB PTMSI Tahun 2026

21 September 2026
Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Bupati Gunungkidul Hadiri Rapat Bersama Mentan di Jakarta

21 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026