Minggu, 20 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Sumbu Filosofi Yogyakarta: Makna Mendalam di Balik Garis Imajiner

admin by admin
18 Mei 2024
in Opini
0
0
SHARES
179
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Lebih dari sekadar garis lurus yang membentang di jantung kota, Sumbu Filosofi Yogyakarta memiliki makna filosofis mendalam yang mencerminkan harmonisasi kehidupan manusia. Di balik Tugu dan bangunan bersejarahnya, terukir kisah tentang keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama dan alam.

Simbol Keselarasan
Sumbu Filosofi, gagasan perencanaan tata ruang yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, menghubungkan Tugu Golong Gilig, ke selatan dengan Keraton Yogyakarta dan Panggung Krapyak. Ketiga titik ini melambangkan perjalanan hidup manusia berdasarkan konsep Sangkan Paraning Dumadi, filosofi Jawa tentang asal dan tujuan hidup.

Tugu Golong Gilig, menjulang putih di Utara, merepresentasikan alam semesta dan keberadaan manusia di dalamnya.

Keraton Yogyakarta, di tengah sumbu, melambangkan dunia mikrokosmos dan kehidupan manusia yang berproses menuju kesempurnaan.

Panggung Krapyak, di ujung Selatan, merupakan simbol alam baka dan kembalinya manusia kepada Sang Pencipta.

Menemukan Keseimbangan
Lebih dari sekadar simbol, Sumbu Filosofi merupakan panduan hidup bagi masyarakat Yogyakarta. Garis imajiner ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan dalam tiga aspek kehidupan:

Hablum minallah: Hubungan manusia dengan Tuhan. Diwujudkan melalui rasa syukur, ketaatan, dan menjalankan kewajiban agama.

Hablum minannas: Hubungan manusia dengan sesama. Diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong.

Hablum minalalam: Hubungan manusia dengan alam. Diwujudkan melalui menjaga kelestarian lingkungan dan hidup selaras dengan alam.

Warisan Budaya yang Mendunia
Keunikan dan nilai filosofis Sumbu Filosofi Yogyakarta telah diakui dunia. Pada tahun 2019, UNESCO menetapkan Sumbu Filosofi sebagai Cagar Budaya Dunia. Penetapan ini menjadi bukti pengakuan internasional atas kekayaan budaya dan filosofi Yogyakarta yang mendalam.

Menjelajahi Sumbu Filosofi
Bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung makna Sumbu Filosofi, dapat menjelajahi berbagai landmark di sepanjang garis imajiner ini. Dimulai dari Tugu Golong Gilig, pengunjung dapat menyusuri Jalan Malioboro yang ikonik, mengunjungi Keraton Yogyakarta yang megah, dan berakhir di Panggung Krapyak yang bersejarah.

Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, kuliner khas Yogyakarta, dan keramahan penduduk lokal.

Sumbu Filosofi Yogyakarta bukan hanya sekedar tempat wisata, tetapi juga sebuah warisan budaya yang sarat makna. Memahami filosofinya dapat membantu kita menjalani hidup yang lebih harmonis dan selaras. (***)

Tags: Keraton YogyakartaPanggung KrapyakSumbu FilosofiTugu Golong Gilig

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

18 September 2026
RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

18 September 2026