Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Pegiat Literasi dan Realitas Minat Baca Masyarakat

admin by admin
11 Juli 2024
in Opini
0
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Membaca menjadi kunci sebuah peradaban bangsa. Semakin tinggi minat baca masyarakat maka semakin tinggi nilai peradaban suatu bangsa.

Membaca menjadi sebuah tradisi sejarah sebagai bukti sebuah peradaban yang pernah ada. Membaca menjadi ciri masyarakat terdahulu yang paling nyata untuk menunjukan nilai peradaban sebuah bangsa.

Peradaban adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kemajuan sosial, budaya, dan ekonomi suatu masyarakat. Peradaban mencakup perkembangan dalam seni, ilmu pengetahuan, teknologi, politik, dan sosial.

Peradaban yang diharapkan adalah peradaban yang memiliki nilai-nilai moralitas dan karakter yang baik dan menjadi sebuah budaya yang ada ditengah masyarakat.

Ini sejalan dengan tujuan dan fungsi pendidikan nasional, kata Prof Juntika. Yakni, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional, katanya, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tujuan dari pendidikan yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sehingga tak ada lagi nilai peradaban tanpa adanya bukti minat baca masyarakat yang tinggi. Oleh karenanya mempertahankan dan meningkatkan minat baca yang ada menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua orang dan semua pihak.

Kini jaman sudah berubah, seiring berjalannya waktu, perkembangan dan kemajuan tehknologi kini tumbuh semakin pesat dan nyata hampir diseluruh negara yang ada di dunia.
Kemajuan tehknologi menjadi sebuah harapan tumbuhnya peradaban baru suatu bangsa.

Istilah yang populer seiring perkembangan teknologi yang pesat dan tidak asing terdengar ditelinga kita adalah globalisasi. Pada saat ini masyarakat sedang dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya adalah handphone, dimana dalam satu genggam informasi dunia bisa diketahui.

Kemajuan ini telah menjalar keberbagai lapisan masyarakat di semua usia, sehingga mereka mudah menjangkau dunia. Hal tersebut memberikan dampak positif maupun negatif disegala aspek kehidupan masyarakat.

Era globalisasi membuat masyarakat yang tanpa disadari dapat merubah tata nilai kehidupan masyarakat. Sikap individualisme merupakan bentuk nyata berkurangnya rasa kepedulian terhadap
lingkungan sekitar karena lebih mementingkan kepentingan pribadi. Menurut (Arifudin, 2021) bahwa dampak era globalisasi merubah kultur dan gaya hidup masyarakat.

Sikap tersebut tentunya sangat bertentangan dengan budaya di Indonesia, yang selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Bentuk lain yang tampak yaitu Hedonisme dimana merupakan sebuah kegiatan yang menghabiskan uang dan waktu untuk berfoya-foya.

Dampak serius dari globalisasi lainnya adalah Sekulerisme karena memisahkan urusan dunia dengan agama, masyarakat menganggap bahwa urusan agama sebagai ritual yang bertentangan dengan kesenangan dunia. Selanjutnya adalah konsumerisme yakni menggunakan uang demi membeli barang yang tidak diperlukan (Patricia, 2014).

Itulah beberapa dampak negatif yang tampak tumbuh dan mulai menggerogoti lini kehidupan masyarakat di era tekhnologi ini. Bahkan relaitas Minat baca buku masyarakat kita kini mulai menurun dan berkurang banyak , semuanya akibat dari penggunaan tekhnologi yang tidak tepat dan bijak.

Dari semua kondisi yang ada saat ini, menjadi sebuah PR besar bagi kita selaku pegiat literasi yang selama ini selalu menggaungkan ayo membaca buku untuk hidup lebih baik. Ujian para pegiat literasi terhadap realitas minat baca masyarakat yang rendah ini, memberi sebuah tantangan yang harus dihadapi agar semuanya bisa kembali kepada harapan akan tingginya minat baca masyarakat.

Ide, Kreativitas dan juga inovasi terhadap semua kegiatan yang akan merubah gaya hidup masyarakat menjadi ajang pembuktian diri akan kemampuan dan profesionalisme para pegiat literasi dimanapun berada.

Pegiat Literasi seolah menjadi tombak kemajuan dan peradaban yang berkarakter dalam kehidupan ditengah masyarakat. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh semua para pegiat literasi agar perubahan itu terwujud sesuai dengan harapan. Yaitu perencenaan atas kegiatan yang berkelanjutan yang mencakup kegiatan, anggaran, kolaborasi, ide dan gagasan yang brillian serta kesungguhan, keikhlasan dan kesabaran dalam menjalaninya.

Wahai para pegiat literasi, tetaplah menjadi tombak perjuangan dalam membangun sebuah peradaban yang bermartabat dengan segala potensi dan kemampuan yang ada. Sabar, Tulus, Istiqomah dan Semangat, serta bersungguh sungguh menjadi modal utama yang engkau bawa agar peradaban di negeri ini semakin tumbuh baik dan maju.

Aku Bangga Menjadi Pegiat Literasi !!!
Salam Literasi, Salam Perubahan Untuk Indonesia Lebih Baik. (***)

Tags: KreativitasLiterasiMasyarakatMembacaPegiat Literasi

Related Posts

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

16 Oktober 2026
Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

16 Oktober 2026
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

16 Oktober 2026
Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026

Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026

15 Oktober 2026
Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

Miftahudin Nur Ihsan Kenalkan Peluang Usaha Wastra Berbasis Perkebunan kepada Mahasiswa FEB UGM

16 Oktober 2026
Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

Smart Batik Indonesia Kenalkan Inovasi Wastra Berbasis Sawit dan Kakao kepada Menteri Perdagangan RI pada Gelaran Trade Expo Indonesia 2026

16 Oktober 2026
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Jogja “Nyemplung” Sungai Bersihkan Kali Code

16 Oktober 2026
Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026

Jaga Tata Kelola dan Transparansi, Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di IICD Corporate Governance Award 2026

15 Oktober 2026
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026