Senin, 24 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Manfaat Pingpong Dalam Mencegah Demensia

admin by admin
10 Agustus 2024
in Opini
0
0
SHARES
150
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Tenis meja (juga dikenal sebagai ping-pong) adalah olahraga raket yang dimainkan secara
teratur oleh lebih dari 300 juta orang di seluruh wilayah dunia, dimana sedikitnya 40 juta diantaranya adalah pemain federasi.

Federasi Tenis Meja Internasional memiliki jumlah negara anggota terbesar (227) dari semua federasi olahraga internasional, dan tenis meja telah menjadi bagian dari program Olimpiade sejak 1988.

Meskipun aturan tenis meja relatif sederhana dan persyaratan fisik dasar minimal (yaitu, tidak ada peralatan berat untuk dimanipulasi dan tidak ada kontak fisik), tenis meja membutuhkan tingkat konsentrasi dan koordinasi tangan-mata yang tinggi untuk langsung memprediksi dan bereaksi terhadap berbagai rotasi dan lintasan bola.

Tenis meja juga merupakan olahraga yang dapat dinikmati sebagai hiburan karena dapat dimainkan sesuai dengan kekuatan fisik, usia, keterampilan, dan tujuan seseorang, dan hanya ada sedikit cedera atau kecelakaan selama bermain.

Tenis meja dengan demikian sangat kompetitif dan menghibur, serta dapat
dinikmati oleh hampir semua orang.

Manfaat Tenis Meja

Manfaat tenis meja yang terdokumentasi meliputi peningkatan koordinasi tangan-mata, ketajaman mental, refleks, keseimbangan, kekuatan kaki, lengan, dan inti, serta kebugaran aerobik; selain itu, tenis meja menyediakan sarana sosial yang dapat bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Bahkan permainan rekreasi memiliki efek menguntungkan pada komposisi tubuh dan profil lipid pada orang dewasa yang lebih tua. Selain itu, peserta tenis meja melaporkan kepuasan hidup dan konsep diri fisik yang jauh lebih tinggi daripada yang tidak berolahraga.

Faktanya, dilaporkan bahwa tenis meja memiliki pengaruh positif yang lebih besar pada fungsi kognitif daripada jenis latihan lainnya, mungkin karena keterlibatan banyak sistem otot dan jaringan otak.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa permainan teratur dapat
memberikan manfaat terapeutik yang besar bagi individu dengan penyakit jantung iskemik kronis, penyakit Parkinson, gangguan spektrum autisme, gangguan hiperaktivitas defisit perhatian, dan disabilitas mental ringan.

Saat ini, sekitar 55 juta orang di seluruh dunia menderita demensia, dan jumlah ini diperkirakan akan mencapai 78 juta pada tahun 2030 dan 139 juta pada tahun 2050 karena penuaan populasi di sebagian besar negara-negara industri dan banyak negara berkembang.

Demensia memiliki efek buruk pada status fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pasien dan juga memberikan beban berat pada pengasuh, keluarga, dan masyarakat. Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia, yang mencakup sekitar 60–80% dari semua kasus klinis. Lebih jauh lagi, gangguan kognitif ringan (MCI) dikenal sebagai tahap awal demensia.

Secara khusus, MCI amnestik secara luas dianggap sebagai prekursor penyakit Alzheimer klinis dan total populasi global dengan MCI lebih besar dan tumbuh lebih cepat dari pada populasi penyakit Alzheimer. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk intervensi yang mencegah MCI dan perkembangan MCI menjadi demensia.

Demensia
Saat ini, sekitar 55 juta orang di seluruh dunia menderita demensia, dan jumlah ini diperkirakan akan mencapai 78 juta pada tahun 2030 dan 139 juta pada tahun 2050 karena penuaan populasi di sebagian besar negara-negara industri dan banyak negara berkembang.

Demensia memiliki efek buruk pada status fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi pasien dan juga memberikan beban berat pada pengasuh, keluarga, dan masyarakat. Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum, yang diperkirakan mencakup 60–80% dari semua kasus klinis. Lebih jauh lagi, gangguan kognitif ringan (MCI) dikenal sebagai tahap awal demensia.

Secara khusus, MCI amnestik secara luas dianggap sebagai prekursor penyakit Alzheimer klinis dan total populasi global dengan MCI lebih besar dan tumbuh lebih cepat daripadapopulasi penyakit Alzheimer.

Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk intervensi yang mencegah MCI dan perkembangan MCI menjadi demensia. Penelitian sebelumnya tentang intervensi aktivitas fisik untuk pasien dengan MCI dan demensia telah melaporkan bahwa peningkatan kesehatan fisik, terutama kesehatan aerobik dan kebugaran, sangat penting untuk menjaga dan
meningkatkan kesehatan otak.

Khususnya, beberapa penelitian tersebut telah melaporkan bahwa latihan tenis meja secara teratur dapat membantu menjaga kapasitas mental dan mencegah atau menunda demensia pikun.

Oleh karena itu, makalah ini memberikan tinjauan umum penelitian sebelumnya tentang manfaat tenis meja untuk kesehatan fisik dan otak, dan secara kritis mengkaji kegunaan tenis meja untuk pencegahan penurunan kognitif dan demensia.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia. Ini termasuk tetap aktif, makan makanan sehat, dan melatih pikiran Anda. Ada banyak bukti bahwa pilihan gaya hidup dapat mempengaruhi risiko terkena demensia.

Risiko demensia paling rendah pada orang yang berperilaku sehat di usia paruh baya (usia 40–65). Tidak ada satu pun perilaku yang dijamin dapat mencegah demensia, dan beberapa perilaku lebih mudah diubah daripada yang lain.

Kesimpulan
Demensia sangat mengganggu kehidupan terutama menurunnya kualitas hidup. Oleh karena itu timbulnya demensia sangat perlu dihindari dan dicegah. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh banyak ahli terdahulu tapi nampak hasilnya belum memuaskan banyak orang. Dianjurkan agar pingpong digunakan untuk sejak dini dalam mencegah demensia
atau kepikunan.

Penulis :
Prof. Dr. dr. H. Soewadi MPH, Sp.KJ (K):
– Guru Besar FK-KMK Universitas Gadjah Mada
– Guru Besar FH Universitas Gadjah Mada
– Kepala Departemen Psikiatri FK Universitas Islam Indonesia

Tags: AlzheimerDemensiaManfaat Tenis MejaOlahragaProf.Dr. Soewadi

Related Posts

Menanam Kebaikan Selagi Sempat
Opini

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026
Merdeka dari Kecemasan, Menatap Indonesia dengan Harapan
Opini

Merdeka dari Kecemasan, Menatap Indonesia dengan Harapan

16 Agustus 2026
UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya
Opini

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya

30 Juli 2026
Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita
Opini

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

23 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh
Opini

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali
Opini

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali

14 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

24 Agustus 2026
KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

23 Agustus 2026
Menanam Kebaikan Selagi Sempat

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026
Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

23 Agustus 2026
PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

PWI DIY dan Tim Panitia Adhoc Udin  Audiensi dengan Bupati Bantul, Dorong Udin Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

24 Agustus 2026
KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

23 Agustus 2026
Menanam Kebaikan Selagi Sempat

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026
Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

23 Agustus 2026
Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

22 Agustus 2026
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

22 Agustus 2026