Senin, 3 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Operasi Pekat Progo 2025: Palu Besi Polda DIY Tumpas Premanisme dan Kejahatan Terorganisir

Oleh: Nashrul Mu’minin (Content Writer, Yogyakarta)

admin by admin
22 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Yogyakarta, kota budaya dan pelajar, kini menghadapi ancaman serius: premanisme, prostitusi online, perjudian, dan narkotika. Kejahatan sosial ini tak hanya mengganggu keamanan warga, tetapi juga merusak tatanan sosial yang selama ini dijaga erat. Menghadapi gelombang kejahatan yang makin terorganisir dan terselubung, Polda DIY meluncurkan Operasi Pekat Progo 2025 sebagai strategi hukum terpadu.

Diluncurkan pada awal 2025, operasi ini berhasil mengungkap 250 kasus dalam waktu lima bulan, terdiri dari premanisme (72 kasus), prostitusi (54), perjudian (48), peredaran miras ilegal (41), dan narkoba (35). Strategi operasi ini menggunakan pendekatan preventif, represif, dan edukatif. Patroli rutin, edukasi masyarakat, serta tindakan hukum langsung dikombinasikan dengan sinergi lintas instansi seperti Satpol PP, Dinas Sosial, dan BPOM.

Namun, sebagaimana teori sistem hukum Friedman (1975), efektivitas hukum tak cukup hanya dari norma. Ia harus ditopang oleh struktur (lembaga) dan budaya hukum masyarakat. Tantangan utama Operasi Pekat adalah: kurangnya pelaporan warga karena rasa takut, keterbatasan personel, dan canggihnya jaringan digital yang digunakan oleh pelaku kejahatan.

Prostitusi online dan perjudian daring seringkali memanfaatkan celah teknologi dan lemahnya regulasi daerah. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum membutuhkan dukungan regulasi dan sistem pelaporan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Meski begitu, hasilnya menunjukkan penurunan kasus sebesar 26,5% dibanding periode sama tahun lalu (340 kasus turun menjadi 250). Capaian ini mencerminkan kerja keras Polda DIY dalam menghadirkan rasa aman, namun belum cukup untuk mencabut akar kejahatan.

Operasi semacam ini perlu dilanjutkan dengan pendekatan berkelanjutan: peningkatan literasi hukum, pembinaan warga, hingga kolaborasi tokoh agama dan pemuda. Dalam Islam, menjaga ketertiban umum termasuk bagian dari maqāṣid al-sharī‘ah, yakni menjaga jiwa, akal, dan harta. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan bukan semata tugas aparat, tapi tanggung jawab spiritual dan sosial bersama.

Operasi Pekat Progo bukan sekadar gebrakan tahunan yang berakhir pada laporan statistik penangkapan, melainkan dapat menjadi fondasi strategis bagi terbentuknya sistem keamanan partisipatif yang berkelanjutan. Dengan melibatkan lintas sektor—baik institusi negara, masyarakat sipil, maupun tokoh adat dan agama—operasi ini membuka ruang kolaboratif dalam menghadirkan ketertiban yang tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar ketakutan akan sanksi hukum.

Dalam konteks ini, masyarakat bukan lagi objek perlindungan, melainkan subjek utama dalam menjaga tatanan sosial. Dengan strategi yang tepat, Operasi Pekat dapat menjelma menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah warga, menjangkau ruang-ruang informal seperti komunitas pemuda, RT-RW, dan forum warga. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip community policing, di mana keamanan dibangun dari bawah, berbasis kepercayaan, literasi hukum, dan solidaritas sosial.

Tantangan yang akan dihadapi ke depan tentu lebih kompleks, karena kejahatan kini tak hanya berwajah kasar dan fisik, tetapi juga canggih dan tersembunyi dalam jaringan digital. Maka indikator keberhasilan penegakan hukum tidak lagi semata ditentukan oleh seberapa banyak pelaku yang ditangkap, tetapi lebih pada seberapa luas kesadaran hukum yang tumbuh di tengah masyarakat. Warga yang paham hak dan kewajibannya, berani melapor, serta aktif menjaga lingkungan, menjadi pilar utama dari sistem sosial yang tahan terhadap infiltrasi kejahatan.

Oleh karena itu, keberhasilan Operasi Pekat Progo harus dilihat sebagai langkah awal dari transformasi sistem hukum berbasis keadilan restoratif dan partisipatif. Yogyakarta yang aman dan bermartabat hanya akan terwujud jika masyarakatnya turut berdaya, sadar hukum, dan tak lagi diam terhadap segala bentuk kejahatan yang merongrong nilai-nilai kebersamaan. (*)

Tags: Koranmerapi.idOperasi Pekat Progo 2025Polda DIY

Related Posts

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya
Opini

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya

30 Juli 2026
Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita
Opini

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

23 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh
Opini

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali
Opini

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali

14 Juli 2026
Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 
Opini

Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 

12 Juli 2026
Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?
Opini

Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?

11 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

3 Agustus 2026
Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

3 Agustus 2026
Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

2 Agustus 2026
Munas III dan Jamnas X di Temanggung: Gus Abah Terpilih Kembali Secara Aklamasi Pimpin PAS Indonesia

Munas III dan Jamnas X di Temanggung: Gus Abah Terpilih Kembali Secara Aklamasi Pimpin PAS Indonesia

2 Agustus 2026
Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

Kelompok Teater dracom Sajikan Eksperimen Dramaturgi Berjarak Lewat Karya Terbaru Jun Tsutsui

3 Agustus 2026
Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

Benteng Edukasi di Udara: RRI Pro 1 Jogja Ajak Masyarakat Perangi Hoaks Lewat “Ngobras”

3 Agustus 2026
Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

Perkuat Inovasi Wis Kawentar, Kampung Wisata Kadipaten Siap Gelar Festival Jagasura dan Jagabaya

2 Agustus 2026
Munas III dan Jamnas X di Temanggung: Gus Abah Terpilih Kembali Secara Aklamasi Pimpin PAS Indonesia

Munas III dan Jamnas X di Temanggung: Gus Abah Terpilih Kembali Secara Aklamasi Pimpin PAS Indonesia

2 Agustus 2026
Peringatan Hadeging Pakualaman ke-214, Gedangsari Jadi Pusat Gerakan Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Ibu Hamil

Peringatan Hadeging Pakualaman ke-214, Gedangsari Jadi Pusat Gerakan Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Ibu Hamil

1 Agustus 2026
SMK Koperasi Yogyakarta, Sekolah Warisan Cita-cita Bung Hatta, Raih Penghargaan KADIN DIY. Ini Buktinya!

SMK Koperasi Yogyakarta, Sekolah Warisan Cita-cita Bung Hatta, Raih Penghargaan KADIN DIY. Ini Buktinya!

1 Agustus 2026