Kamis, 5 November 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Operasi Pekat Progo 2025: Palu Besi Polda DIY Tumpas Premanisme dan Kejahatan Terorganisir

Oleh: Nashrul Mu’minin (Content Writer, Yogyakarta)

admin by admin
22 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Yogyakarta, kota budaya dan pelajar, kini menghadapi ancaman serius: premanisme, prostitusi online, perjudian, dan narkotika. Kejahatan sosial ini tak hanya mengganggu keamanan warga, tetapi juga merusak tatanan sosial yang selama ini dijaga erat. Menghadapi gelombang kejahatan yang makin terorganisir dan terselubung, Polda DIY meluncurkan Operasi Pekat Progo 2025 sebagai strategi hukum terpadu.

Diluncurkan pada awal 2025, operasi ini berhasil mengungkap 250 kasus dalam waktu lima bulan, terdiri dari premanisme (72 kasus), prostitusi (54), perjudian (48), peredaran miras ilegal (41), dan narkoba (35). Strategi operasi ini menggunakan pendekatan preventif, represif, dan edukatif. Patroli rutin, edukasi masyarakat, serta tindakan hukum langsung dikombinasikan dengan sinergi lintas instansi seperti Satpol PP, Dinas Sosial, dan BPOM.

Namun, sebagaimana teori sistem hukum Friedman (1975), efektivitas hukum tak cukup hanya dari norma. Ia harus ditopang oleh struktur (lembaga) dan budaya hukum masyarakat. Tantangan utama Operasi Pekat adalah: kurangnya pelaporan warga karena rasa takut, keterbatasan personel, dan canggihnya jaringan digital yang digunakan oleh pelaku kejahatan.

Prostitusi online dan perjudian daring seringkali memanfaatkan celah teknologi dan lemahnya regulasi daerah. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum membutuhkan dukungan regulasi dan sistem pelaporan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Meski begitu, hasilnya menunjukkan penurunan kasus sebesar 26,5% dibanding periode sama tahun lalu (340 kasus turun menjadi 250). Capaian ini mencerminkan kerja keras Polda DIY dalam menghadirkan rasa aman, namun belum cukup untuk mencabut akar kejahatan.

Operasi semacam ini perlu dilanjutkan dengan pendekatan berkelanjutan: peningkatan literasi hukum, pembinaan warga, hingga kolaborasi tokoh agama dan pemuda. Dalam Islam, menjaga ketertiban umum termasuk bagian dari maqāṣid al-sharī‘ah, yakni menjaga jiwa, akal, dan harta. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan bukan semata tugas aparat, tapi tanggung jawab spiritual dan sosial bersama.

Operasi Pekat Progo bukan sekadar gebrakan tahunan yang berakhir pada laporan statistik penangkapan, melainkan dapat menjadi fondasi strategis bagi terbentuknya sistem keamanan partisipatif yang berkelanjutan. Dengan melibatkan lintas sektor—baik institusi negara, masyarakat sipil, maupun tokoh adat dan agama—operasi ini membuka ruang kolaboratif dalam menghadirkan ketertiban yang tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar ketakutan akan sanksi hukum.

Dalam konteks ini, masyarakat bukan lagi objek perlindungan, melainkan subjek utama dalam menjaga tatanan sosial. Dengan strategi yang tepat, Operasi Pekat dapat menjelma menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah warga, menjangkau ruang-ruang informal seperti komunitas pemuda, RT-RW, dan forum warga. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip community policing, di mana keamanan dibangun dari bawah, berbasis kepercayaan, literasi hukum, dan solidaritas sosial.

Tantangan yang akan dihadapi ke depan tentu lebih kompleks, karena kejahatan kini tak hanya berwajah kasar dan fisik, tetapi juga canggih dan tersembunyi dalam jaringan digital. Maka indikator keberhasilan penegakan hukum tidak lagi semata ditentukan oleh seberapa banyak pelaku yang ditangkap, tetapi lebih pada seberapa luas kesadaran hukum yang tumbuh di tengah masyarakat. Warga yang paham hak dan kewajibannya, berani melapor, serta aktif menjaga lingkungan, menjadi pilar utama dari sistem sosial yang tahan terhadap infiltrasi kejahatan.

Oleh karena itu, keberhasilan Operasi Pekat Progo harus dilihat sebagai langkah awal dari transformasi sistem hukum berbasis keadilan restoratif dan partisipatif. Yogyakarta yang aman dan bermartabat hanya akan terwujud jika masyarakatnya turut berdaya, sadar hukum, dan tak lagi diam terhadap segala bentuk kejahatan yang merongrong nilai-nilai kebersamaan. (*)

Tags: Koranmerapi.idOperasi Pekat Progo 2025Polda DIY

Related Posts

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
Opini

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

4 November 2026
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional
Opini

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM
Opini

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 
Opini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 

21 Oktober 2026
Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026
Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

4 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

3 November 2026
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026
Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

4 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

3 November 2026
Eko Suwanto Tegaskan Pentingnya Ekosistem Digital Mendukung Kreatifitas Gen Z, Pelayanan Publik, Ekonomi Hingga Kebencanaan

Eko Suwanto Tegaskan Pentingnya Ekosistem Digital Mendukung Kreatifitas Gen Z, Pelayanan Publik, Ekonomi Hingga Kebencanaan

2 November 2026
Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Wonogiri, Kapolres Wonogiri: Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Generasi Muda yang Unggul

Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Wonogiri, Kapolres Wonogiri: Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Generasi Muda yang Unggul

2 November 2026