Kamis, 25 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Mungkinkah DIY Memiliki Lumbung Beras?

admin by admin
9 Juli 2025
in Opini
0
0
SHARES
141
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Di tengah gejolak ketahanan pangan global, isu kemandirian pangan kembali menjadi perhatian nasional. Salah satu pertanyaan strategis yang muncul adalah: mungkinkah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki Lumbung Beras yang bukan hanya simbol, tetapi juga sistem nyata menuju kemandirian pangan?

Inisiatif ini mulai menggeliat lewat dorongan organisasi seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DIY. Dengan pendekatan berbasis komunitas tani, semangat penguatan dari akar rumput tumbuh kembali, menyuarakan tekad: DIY harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan.

Lumbung beras bukan sekadar tempat penyimpanan. Ia adalah sistem ekonomi dan sosial yang menjamin ketahanan komunitas, mengurangi ketergantungan pada distribusi luar, dan menjadi penyangga saat terjadi krisis. Dalam sejarah Jawa, lumbung (atau leuit) menjadi simbol kearifan lokal dan gotong royong antarpetani. Kini, konsep ini kembali relevan dalam konteks modern.
Berdasarkan data BPS DIY tahun 2024, kebutuhan konsumsi beras DIY mencapai lebih dari 500.000 ton per tahun, sementara produksi lokal hanya sekitar 350.000 ton. Artinya, terjadi defisit sekitar 150.000 ton yang dipenuhi dari luar daerah. Ini jelas sinyal penting: DIY belum swasembada pangan, apalagi beras.

HKTI DIY telah memetakan empat pilar utama untuk mewujudkan program DIY Mandiri Pangan: Peningkatan Produktivitas Petani LokalMelalui pelatihan teknologi tepat guna, benih unggul, dan modernisasi pertanian, petani di DIY perlu diberdayakan untuk meningkatkan hasil panen per hektare. Rata-rata produktivitas saat ini masih sekitar 5,1 ton/ha, padahal dengan sistem intensifikasi dan irigasi yang baik, angka ini bisa digenjot ke atas 6,5 ton/ha.

Revitalisasi Lumbung Pangan DesaLumbung-lumbung desa yang dulu hidup dan menjadi benteng sosial, kini banyak yang mati suri. Pemerintah daerah perlu bersinergi dengan HKTI, BUMDes, dan koperasi tani untuk menghidupkan kembali sistem lumbung desa sebagai buffer stock pangan rakyat.
Akses Modal dan Jaminan Harga PetaniTanpa keberpihakan sistemik, petani tidak akan berani menanam. Sistem pembelian gabah oleh koperasi atau BUMDes dengan harga dasar yang layak akan membuat petani merasa aman. Apalagi jika disertai kemudahan akses ke perbankan dan lembaga keuangan berbunga rendah.

Pemetaan Wilayah Potensial dan Penataan Alih Fungsi LahanAlih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri di DIY semakin masif. Ini harus dibendung. Dengan tata ruang yang berpihak pada pertanian dan insentif bagi lahan produktif, cadangan produksi lokal bisa dipertahankan.

Pertanyaan “mungkinkah DIY memiliki lumbung beras?” pada akhirnya kembali kepada kemauan politik. DIY memiliki potensi besar: sumber daya manusia petani yang tangguh, lahan subur di Sleman, Kulon Progo, dan sebagian Gunungkidul, serta tradisi agraris yang kuat.

Namun semua itu akan sia-sia jika tidak disokong oleh kebijakan yang berpihak, anggaran yang memadai, dan tata kelola yang transparan. Pemerintah daerah harus mulai memikirkan arah kebijakan yang visioner: menjadikan kedaulatan pangan sebagai pilar utama pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap agenda tahunan.

Swasembada bukan utopia jika dikerjakan bersama. HKTI dan kelompok tani hanya bisa menjadi motor penggerak awal. Selanjutnya dibutuhkan kolaborasi semua pihak: akademisi, pengusaha, investor sosial, dan tentu saja, konsumen. Kita harus membangun budaya pangan yang mendukung produk lokal, menghargai kerja petani, dan menyadari bahwa pangan bukan hanya soal perut, tetapi juga kedaulatan dan masa depan bangsa.

Mari kita jawab tantangan itu bersama: “Ya, DIY bisa memiliki Lumbung Beras.” Dan lebih dari itu, DIY bisa menjadi model daerah yang mandiri pangan dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (*)

Penulis: Drs. R. Widi Handoko (Ketua Harian HKTI DIY/Aktifis Pemberdayaan Petani)

Tags: HKTI DIYKoranmerapi.idWidi Handoko

Related Posts

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa
Opini

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026
Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026