Minggu, 15 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Kematian menurut Fiqih dan Rumi

Dr. Abdul Aziz, M.Ag. (Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta)

admin by admin
11 Agustus 2025
in Opini
0
0
SHARES
169
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Apa itu kematian? Bila kita renungkan secara dhahiri dalam kehidupan manusia, itulah kata yang paling menggetarkan.

Betapa tidak! Dengan kematian, manusia terputus pijakan hidupnya di alam duniawi. Itulah sebabnya, bagi orang yang tak percaya Tuhan atau ateis, kematian adalah akhir dari segalanya.

Karena setelah kematian, jasad manusia menjadi tanah. Hanya sejarah yang akan mengenangnya, apakah ia seorang yang baik atau buruk. Ukurannya adalah aktivitas sang manusia dalam kehidupannya di dunia.

Itulah mengapa di masyarakat ateis, sejarah adalah “tuhan” yang menghakimi perbuatan manusia dalam hidupnya. Para pemimpin negara-negara ateis membuat patung tentang dirinya, agar sejarah tidak melupakan peran penting kehidupannya dalam memimpin negara.

Mereka menjadikan sejarah sebagai “kitab suci” yang mengabadikan namanya. Patung Mao Tsetung dan Deng Xiaoping di Cina, misalnya, lalu Stalin di Rusia, hakikatnya bertujuan sama. Yaitu Menyakralkan namanya agar kebesaran hidupnya tetap di kenang rakyat. Dengan sejarah, keabadian namanya terukir sepanjang masa.

Pandangan kaum ateis tentang kematian berbeda secara diametral dengan Islam. Dalam Islam, kematian (al-maut) dipandang sebagai perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.

Jadi kematian bukan akhir dari segalanya. Kematian bukan akhir dari eksistensi manusia seperti dipercayai orang ateis.

Dalam Fiqih Islam konsep kematian mencakup beberapa hal pokok. Pertama, kematian adalah takdir dan ketetapan Allah. Kematian adalah ketentuan pasti dari Allah, waktunya telah ditetapkan, tidak bisa dimajukan atau ditunda (QS. Al-A‘raf [7]: 34). Kematian merupakan bagian dari ujian hidup. Manusia diciptakan untuk diuji siapa yang terbaik amalnya (QS. Al-Mulk [67]: 2).

Kedua, kematian merupakan peristiwa perpisahan ruh dari jasad. Saat kematian, malaikat maut (Izrail) mencabut ruh manusia dari jasadnya.

Bagi orang beriman, proses pencabutan ruh ini dilakukan dengan lembut seperti air mengalir dari mulut kendi. Sedangkan bagi orang ateis, kafir atau zalim, pencabutan ruh ini dilakukan dengan keras dan menyakitkan (QS. Al-Anfal [8]: 50–51).

Setelah mati, manusia memasuki barzakh (alam antara dunia dan akhirat) hingga hari kiamat. Di alam inilah, amal baik dan buruk akan memengaruhi kondisi ruh manusia. Yang baik amalnya, suasana ruhnya lapang dan bahagia. Sedangkan yang buruk amalnya, suasana ruhnya sempit dan tersiksa.

Dalam Islam, kematian hanyalah transisi menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Setelah kiamat, semua manusia dibangkitkan untuk dihisab amalnya (QS. Al-Hajj [22]: 7).

Itulah sebabnya Rasulullah Muhammad menganjurkan umatnya untuk rajin mengingat kematian agar hatinya lembut dan banyak amal baiknya.

Di sini, paradigma kematian antara orang beriman dan ateis sangat berbeda. Di mata orang ateis, kematian adalah akhir dari segala kiprah kehidupannya. Bagi orang beriman, kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Yaitu kehidupan akhirat yang abadi.

Sufi terkenal, Maulana Jalaludin Rumi memandang kematian bukan sebagai akhir. Tapi sebagai “kepulangan” dan pertemuan kembali manusia dengan Sang Pencipta.Bagi Rumi, kematian adalah momen pembebasan jiwa dari penjara tubuh dan dunia materi, sehingga ia memandangnya dengan rasa syukur, bukan ketakutan.

Menurut Rumi, saat kematian tiba, sesungguhnya itulah momen “hari pernikahan”. Rumi menyebut hari kematian sebagai Shab-e Arus (malam pengantin). Yakni momen bersatunya manusia dengan Kekasih Sejati (Allah).

Itulah kenapa para pengikut Rumi merayakan wafatnya sang sufi dengan sukacita, bukan duka.

Kematian itu indah, kata Rumi. Seperti indahnya ulat yang menjadi kupu-kupu. Ia terbang bebas kemana mana. Dengan demikian, lantun Rumi, manusia tidak pernah mati, melainkan berpindah ke realitas yang lebih tinggi.

Jiwa yang telah “terbakar cinta” kepada Allah, tutur Rumi, akan menyambut kematian dengan kerinduan. Makanya, rayakan kematian dengan nyanyian dan pujian kepada Sang Pencipta Yang Maha Cinta.

“Jangan menangis saat aku mati; aku tidak mati, hanya berpindah rumah.” Pesan Rumi kepada murid-muridnya. Rumi percaya kematian adalah perjalanan pulang ke “rumah asal” tempat jiwa berasal.

Karena itu, meskipun kita merasa sedih dan perih atas meninggalnya istri, orang tua, anak, saudara, dan handai tolan, kita mesti berupaya sekuat tenaga menanggulanginya. Kenapa?

Karena kematian adalah “The God Call” kepada manusia agar kembali pada kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan abadi yang penuh cinta dan kasih. Kematian adalah awal dari pertemuan kekasih dengan Yang Maha Pengasih.

Selamat jalan istriku tercinta. Nanti kita akan bertemu lagi di surganya Allah.(*)

Tags: Abdul AzizFiqih dan RumiKoranmerapi.id

Related Posts

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas
Opini

​Pendidikan Khas Kejogjaan: Investasi Karakter di Tengah Arus Modernitas

8 Maret 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Bagaimana Puasanya Kawan?

28 Februari 2026
Mengapa Meminta Maaf ?
Opini

Mengapa Meminta Maaf ?

22 Februari 2026
Ramadhan dan Pers Kita
Opini

Ramadhan dan Pers Kita

17 Februari 2026
​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia
Opini

​Memasuki Gerbang Ramadhan 2026: Merawat Ikhlas, Memanen Bahagia

16 Februari 2026
Biosaka: Revolusi Organik atau Sekadar Sugesti Pertanian?
Opini

Biosaka: Revolusi Organik atau Sekadar Sugesti Pertanian?

22 Januari 2026

Stay Connected

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

    15 Maret 2025
    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

    15 Maret 2025
    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

    18 April 2024
    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    Riwayat Singkat Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P. Terkait Kunir Putih.

    2 Juli 2024
    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    0
    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

    0
    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

    0
    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

    0
    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    15 Maret 2026
    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    15 Maret 2026
    Perkuat Sinergi Pariwisata, Bakpia Jogkem Grup Gelar Buka Bersama Lintas Sektor di Ndalem Sekar Wangi Resto. Ini Buktinya!

    Perkuat Sinergi Pariwisata, Bakpia Jogkem Grup Gelar Buka Bersama Lintas Sektor di Ndalem Sekar Wangi Resto. Ini Buktinya!

    14 Maret 2026
    Mandat AMKI Hadir di Aceh, Pengelola Media Antusias Ingin Bergabung

    Mandat AMKI Hadir di Aceh, Pengelola Media Antusias Ingin Bergabung

    14 Maret 2026
    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    15 Maret 2026
    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    15 Maret 2026
    Perkuat Sinergi Pariwisata, Bakpia Jogkem Grup Gelar Buka Bersama Lintas Sektor di Ndalem Sekar Wangi Resto. Ini Buktinya!

    Perkuat Sinergi Pariwisata, Bakpia Jogkem Grup Gelar Buka Bersama Lintas Sektor di Ndalem Sekar Wangi Resto. Ini Buktinya!

    14 Maret 2026
    Mandat AMKI Hadir di Aceh, Pengelola Media Antusias Ingin Bergabung

    Mandat AMKI Hadir di Aceh, Pengelola Media Antusias Ingin Bergabung

    14 Maret 2026
    Peringati Hari Jadi DIY, Pirukunan Tuwanggana Kraton Gelar Niti Laku di Situs Sakral Garjitowati

    Peringati Hari Jadi DIY, Pirukunan Tuwanggana Kraton Gelar Niti Laku di Situs Sakral Garjitowati

    14 Maret 2026
    Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

    Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

    13 Maret 2026
    Koran Merapi

    PT Merapi Media Utama
    Jl Gambiran No 45 Yogyakarta 55163

    0812 2712 7251
    harianmerapi@gmail.com

    Topik Berita

    • Bedah buku
    • Budaya
    • Cerpen
    • Ekbis
    • Hukum
    • Kearifan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lain-lain
    • Lelang
    • Lifestyle
    • News
    • Olahraga
    • Opini
    • Pendidikan
    • Profil
    • Wisata

    Berita Terbaru

    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    DePA-RI Mengecam Keras Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Ancaman Serius Bagi Negara Hukum

    15 Maret 2026
    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    Revitalisasi Jalur Rempah, APLPI Dorong Pengembangan Agrowisata Cabai Jawa (Long Pepper)

    15 Maret 2026
    • Aturan Pengguna
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Aturan Pengguna
    • Home
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pasang Iklan
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami

    © 2024 Koran Merapi. All Right Reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    error code: 522