Rabu, 16 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Kematian menurut Fiqih dan Rumi

Dr. Abdul Aziz, M.Ag. (Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta)

admin by admin
11 Agustus 2025
in Opini
0
0
SHARES
220
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Apa itu kematian? Bila kita renungkan secara dhahiri dalam kehidupan manusia, itulah kata yang paling menggetarkan.

Betapa tidak! Dengan kematian, manusia terputus pijakan hidupnya di alam duniawi. Itulah sebabnya, bagi orang yang tak percaya Tuhan atau ateis, kematian adalah akhir dari segalanya.

Karena setelah kematian, jasad manusia menjadi tanah. Hanya sejarah yang akan mengenangnya, apakah ia seorang yang baik atau buruk. Ukurannya adalah aktivitas sang manusia dalam kehidupannya di dunia.

Itulah mengapa di masyarakat ateis, sejarah adalah “tuhan” yang menghakimi perbuatan manusia dalam hidupnya. Para pemimpin negara-negara ateis membuat patung tentang dirinya, agar sejarah tidak melupakan peran penting kehidupannya dalam memimpin negara.

Mereka menjadikan sejarah sebagai “kitab suci” yang mengabadikan namanya. Patung Mao Tsetung dan Deng Xiaoping di Cina, misalnya, lalu Stalin di Rusia, hakikatnya bertujuan sama. Yaitu Menyakralkan namanya agar kebesaran hidupnya tetap di kenang rakyat. Dengan sejarah, keabadian namanya terukir sepanjang masa.

Pandangan kaum ateis tentang kematian berbeda secara diametral dengan Islam. Dalam Islam, kematian (al-maut) dipandang sebagai perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.

Jadi kematian bukan akhir dari segalanya. Kematian bukan akhir dari eksistensi manusia seperti dipercayai orang ateis.

Dalam Fiqih Islam konsep kematian mencakup beberapa hal pokok. Pertama, kematian adalah takdir dan ketetapan Allah. Kematian adalah ketentuan pasti dari Allah, waktunya telah ditetapkan, tidak bisa dimajukan atau ditunda (QS. Al-A‘raf [7]: 34). Kematian merupakan bagian dari ujian hidup. Manusia diciptakan untuk diuji siapa yang terbaik amalnya (QS. Al-Mulk [67]: 2).

Kedua, kematian merupakan peristiwa perpisahan ruh dari jasad. Saat kematian, malaikat maut (Izrail) mencabut ruh manusia dari jasadnya.

Bagi orang beriman, proses pencabutan ruh ini dilakukan dengan lembut seperti air mengalir dari mulut kendi. Sedangkan bagi orang ateis, kafir atau zalim, pencabutan ruh ini dilakukan dengan keras dan menyakitkan (QS. Al-Anfal [8]: 50–51).

Setelah mati, manusia memasuki barzakh (alam antara dunia dan akhirat) hingga hari kiamat. Di alam inilah, amal baik dan buruk akan memengaruhi kondisi ruh manusia. Yang baik amalnya, suasana ruhnya lapang dan bahagia. Sedangkan yang buruk amalnya, suasana ruhnya sempit dan tersiksa.

Dalam Islam, kematian hanyalah transisi menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Setelah kiamat, semua manusia dibangkitkan untuk dihisab amalnya (QS. Al-Hajj [22]: 7).

Itulah sebabnya Rasulullah Muhammad menganjurkan umatnya untuk rajin mengingat kematian agar hatinya lembut dan banyak amal baiknya.

Di sini, paradigma kematian antara orang beriman dan ateis sangat berbeda. Di mata orang ateis, kematian adalah akhir dari segala kiprah kehidupannya. Bagi orang beriman, kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Yaitu kehidupan akhirat yang abadi.

Sufi terkenal, Maulana Jalaludin Rumi memandang kematian bukan sebagai akhir. Tapi sebagai “kepulangan” dan pertemuan kembali manusia dengan Sang Pencipta.Bagi Rumi, kematian adalah momen pembebasan jiwa dari penjara tubuh dan dunia materi, sehingga ia memandangnya dengan rasa syukur, bukan ketakutan.

Menurut Rumi, saat kematian tiba, sesungguhnya itulah momen “hari pernikahan”. Rumi menyebut hari kematian sebagai Shab-e Arus (malam pengantin). Yakni momen bersatunya manusia dengan Kekasih Sejati (Allah).

Itulah kenapa para pengikut Rumi merayakan wafatnya sang sufi dengan sukacita, bukan duka.

Kematian itu indah, kata Rumi. Seperti indahnya ulat yang menjadi kupu-kupu. Ia terbang bebas kemana mana. Dengan demikian, lantun Rumi, manusia tidak pernah mati, melainkan berpindah ke realitas yang lebih tinggi.

Jiwa yang telah “terbakar cinta” kepada Allah, tutur Rumi, akan menyambut kematian dengan kerinduan. Makanya, rayakan kematian dengan nyanyian dan pujian kepada Sang Pencipta Yang Maha Cinta.

“Jangan menangis saat aku mati; aku tidak mati, hanya berpindah rumah.” Pesan Rumi kepada murid-muridnya. Rumi percaya kematian adalah perjalanan pulang ke “rumah asal” tempat jiwa berasal.

Karena itu, meskipun kita merasa sedih dan perih atas meninggalnya istri, orang tua, anak, saudara, dan handai tolan, kita mesti berupaya sekuat tenaga menanggulanginya. Kenapa?

Karena kematian adalah “The God Call” kepada manusia agar kembali pada kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan abadi yang penuh cinta dan kasih. Kematian adalah awal dari pertemuan kekasih dengan Yang Maha Pengasih.

Selamat jalan istriku tercinta. Nanti kita akan bertemu lagi di surganya Allah.(*)

Tags: Abdul AzizFiqih dan RumiKoranmerapi.id

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

16 September 2026
Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

16 September 2026
Pemkab Gunungkidul Gelar Pembekalan dan Penyerahan SK Pensiun Bagi 66 PNS

Pemkab Gunungkidul Gelar Pembekalan dan Penyerahan SK Pensiun Bagi 66 PNS

16 September 2026
Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

16 September 2026
Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

16 September 2026
Pemkab Gunungkidul Gelar Pembekalan dan Penyerahan SK Pensiun Bagi 66 PNS

Pemkab Gunungkidul Gelar Pembekalan dan Penyerahan SK Pensiun Bagi 66 PNS

16 September 2026
Kepala Bakom RI M. Qodari di Podcast PWI Pusat, Bahas Sinergi Media hingga Penguatan Ekosistem Informasi Nasional

Kepala Bakom RI M. Qodari di Podcast PWI Pusat, Bahas Sinergi Media hingga Penguatan Ekosistem Informasi Nasional

16 September 2026
Dari kiri: Brama Setyadi, Head of Public Relations and Digital ASUS Indonesia; Davina Larissa, Marketing Manager of ASUS Indonesia; Adrian Pradipta, Technical Public Relations of ASUS Indonesia. (Foto: Agoes Jumianto)

ASUS Hadirkan Beragam Laptop Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Nomor 1 Quality & Service di Yogyakarta

15 September 2026