Kamis, 25 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Dari Limbah ke Pasar Digital: Mampukah Keripik Bonggol Pisang Menjadi Primadona Ekonomi Kreatif Yogya?

Oleh: Sugeng Setiyoso, SE (Pengurus DPC HIPPI Bantul: Ketua Bidang Keuangan, Investasi, Permodalan dan Perpajakan dan Direktur HIPPI Local Mart)

admin by admin
1 September 2025
in Opini
0
0
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Yogyakarta tidak pernah kehabisan ide untuk melahirkan produk kreatif. Selain warisan budaya yang mengakar, kota ini juga menjadi melting pot inovasi, terutama di bidang kuliner. Dari gudeg yang legendaris hingga kini bermunculan produk-produk kekinian, semangat kreatif itu terus bergulir. Kini, sebuah inovasi muncul dari sesuatu yang sering diabaikan: bonggol pisang. Keripik Bonggol Pisang (KBP) mulai mencuri perhatian bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga narasi di baliknya. Namun, pertanyaannya, mampukah produk ini naik kelas dari sekadar tren sesaat menjadi produk unggulan UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan?

Yang membuat KBP menarik adalah nilai lebihnya yang multi-dimensional. Pertama, ia adalah teladan sempurna dari circular economy atau ekonomi sirkular. Bonggol pisang yang biasanya terbuang sebagai limbah pertanian dan rumah tangga, diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Hal ini sejalan dengan semangat zero waste dan keberlanjutan (sustainability) yang semakin digemari konsumen modern.

Kedua, dari segi kesehatan, bonggol pisang kaya serat dan memiliki beberapa kandungan nutrisi yang baik. Ketiga, rasa dan teksturnya yang unik, renyah dan gurih, memberikan pengalaman kuliner baru. Dalam konteks yang lebih besar, KBP bukan hanya menjual produk, tetapi juga sebuah cerita tentang pemanfaatan limbah, dukungan pada produk lokal, dan gaya hidup yang lebih sadar lingkungan. Ini adalah value proposition yang kuat di era di mana konsumen semakin kritis.

Meski menjanjikan, jalan KBP untuk go-national tidaklah mulus. Tantangan terbesarnya adalah mengubah persepsi bahwa ia adalah “makanan dari limbah” menjadi “makanan premium yang bernutrisi dan berkelanjutan”. Selain itu, sejumlah tantangan klasik UMKM juga menghadang: standardisasi rasa dan kerenyahan yang sering tidak konsisten, kemasan yang masih sederhana sehingga mudah melempem, daya simpan yang terbatas, serta kesulitan untuk scale-up produksi guna memenuhi permintaan yang besar. Di pasar, persaingan dengan keripik konvensional dan produk camilan baru lainnya juga sangat ketat.

Di sinilah peran teknologi digital menjadi kunci penentu, sebagaimana yang telah dibuktikan banyak UMKM sukses. Media sosial seperti Instagram dan TikTok adalah panggung utama untuk membangun branding. Konten-konten kreatif yang menunjukkan proses pengolahan yang higienis, narasi zero-waste-nya, dan testimoni pengguna dapat membangun keterikatan emosional dengan calon konsumen.

Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan GoFood/Foodpanda menjadi saluran distribusi yang mampu menjangkau pasar jauh lebih luas daripada sekedar kedai fisik di pinggir jalan. Digital marketing yang terukur memungkinkan produsen KBP menargetkan segmen konsumen yang tepat: kaum muda perkotaan yang peduli lingkungan dan pencinta kuliner unik. Untuk mengatasi tantangan daya simpan, teknologi pengemasan sederhana seperti vacuum sealing atau penggunaan penyerap oksigen dapat diadopsi untuk memperpanjang usia produk selama pengiriman.

Agar KBP dapat benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru, kolaborasi multipihak mutlak diperlukan. Pemerintah, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pertanian, dapat memberikan pendampingan dalam hal pelatihan standardisasi produksi, manajemen usaha, dan bantuan akses peralatan pengemasan. Akademisi dan peneliti dari universitas-universitas terkemuka di Yogya dapat berkontribusi melalui penelitian untuk mengukur nilai gizi secara akurat dan mengembangkan teknik pengawetan yang tepat tanpa bahan kimia berbahaya. Komunitas lokal dan influencer dapat menjadi ambassador yang memperkuat promosi. Pada akhirnya, para pelaku UMKM sendiri harus terbuka untuk berjejaring, berbagi ilmu, dan bersinergi agar industri KBP tidak tumbuh sendiri-sendiri.

Keripik Bonggol Pisang memiliki semua bahan dasar untuk sukses: cerita yang powerful, nilai yang relevan dengan zaman, dan pasar yang potensial. Ia adalah lebih dari sekadar camilan; ia adalah simbol kreativitas dan semangat berkelanjutan masyarakat Yogya. Dengan pendekatan yang strategis, memanfaatkan kekuatan digital, dan didukung oleh kolaborasi yang erat, KBP berpotensi menjadi legacy baru kuliner Yogya yang mendunia. Yang diperlukan sekarang adalah komitmen bersama untuk mengubah potensi ini menjadi kenyataan, membawa produk dari limbah dapur ini menjadi primadona pasar digital yang tangguh dan berkelanjutan. (*)

Tags: Digital MarketingKeripik Bonggo PisangKoranmerapi.idSugeng Setiyoso

Related Posts

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa
Opini

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

25 Juni 2026
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Meriahkan Tutup Tahun di GL Zoo, TK Bumi Warta Yogyakarta Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

25 Juni 2026
Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

Menjaga Renyahnya Bisnis Mahioka Frozen: Dari Singkong Hotelan hingga Tembus Supermarket. Ini Buktinya!

24 Juni 2026
DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

DePA-RI Desak Revisi UU Advokat Berorientasi Pada Kualitas Profesi Dan Kepentingan Pencari Keadilan 

23 Juni 2026
Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

Usulkan Udin Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik, PWI DIY Bentuk Tim Adhoc dan Gelar Rakor

23 Juni 2026
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Louby Batik, Perkuat Branding dan Daya Saing Digital

23 Juni 2026
Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

Menakar Manisnya Sukses Bakpia Jogkem di Bawah Komando Ariyanto

22 Juni 2026