Kamis, 9 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Merayu Allah di Malam Lailatul Qadar.

admin by admin
30 Maret 2024
in Opini
0
0
SHARES
161
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, lebih baik dari seribu bulan. Di malam ini, Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang beriman dan beramal saleh. Malam ini sangat penting bagi umat Islam karena pada malam ini diturunkan Al-Quran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia.

Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar menjadi fenomena yang dihadirkan dengan keanggunan misterius dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat yang berkaitan dengannya, seperti yang terdapat pada Surat al-Qadar, yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadr: 1-5). Ini mengisyaratkan akan keagungan dan kemualiaan malam tersebut. Sebuah kehormatan yang tak terbantahkan bagi umat Islam.

Malam Qadar sebagai tamu agung, hanya mengumpulkan jiwa-jiwa yang suci, yaitu mereka yang telah mempersiapkan berbagai ibadah selama bulan Ramadhan, guna mempersiapkan hati dan jiwanya menyambut kedatangannya. Lailatul Qadr tidak menjangkau semua orang, namun menjangkau mereka yang telah mempersiapkan hati dan jiwanya untuk menerima pantulan cahaya ilahi.

Hanya saja, kepastian kapan malam agung ini terjadi, belum ada yang bisa memprediksi, Jika kita umpamakan, malam Lailatul Qadar bagaikan permata sangat indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Semua orang menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya. Rasullullah SAW memberi isyarat dalam sabdanya, “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tidak diketahuinya secara pasti kapan malam Lailatul Qadar memiliki hikmah tersendiri. Hal ini dapat memotivasi umat muslim untuk terus beribadah dengan tujuan mencari rahmat dan ridha Allah SWT, tanpa harus terpaku pada satu hari saja.

Jika tanggal pasti malam Lailatul Qadar diketahui, maka semua orang akan berlomba-lomba untuk beribadah hanya pada tanggal tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan pengabaian terhadap ibadah pada hari-hari berikutnya.

Dengan tidak diketahuinya tanggal pasti malam Lailatul Qadar, umat muslim diharapkan untuk terus beribadah dengan konsisten dan tidak hanya mengandalkan pada satu hari saja. Hal ini akan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Kehadiran malam lailatul qadar, sebagai wujud kecintaan Allah SWT. kepada umat baginda Rasulullah SAW. Allah SWT. telah beberapa kali menunjukkan rasa cinta kepada umat manusia, salah satunya dalam hadis yang disebutkan oleh Qudsi, “Wahai anak Adam, Aku sungguh mencintaimu maka demi hak-Ku di atasmu, maka jadilah engkau orang yang mencintaiku”.

Sama seperti kita mempunyai hubungan dengan kekasih, maka demikian pula hubungan kita dengan Allah, dimana terdapat yang mengasihi dan juga dikasihi. Oleh karena itu, untuk memperkuat rasa kasih dan cinta di dalam hubungan tersebut, diperlukan adanya “rayuan”.

Rayuan-rayuan yang kita tujukan kepada Allah dapat diinterpretasikan dalam bentuk ibadah, baik do’a maupun amal ibadah lainnya. Untuk merayu Allah di malam lailatul qadar, dipandang perlu untuk melakukan persiapan, hingga memaksimalkan amalan ibadah.

Pertama, Persiapan Diri, antara lain mensucikan diri dengan mandi wajib, memakai pakaian terbaik, mengharumkan diri dengan wewangian, mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk beribadah. Secara logika, ketika kita ingin bertemu dengan pacar atau pejabat, kerabat kerja kita, kita pasti berusaha tampil rapi, menggunakan wewangian, dan bersolek tidak hanya sekali atau dua kali, bahkan kita memilih pakaian terbaik. Namun, ketika kita bertemu dengan Allah, Tuhan kita yang Maha Menghidupkan dan Maha Memberi kepada kita, kita justru cenderung tampil apa adanya.

Kedua, melaksanakan amalan ibadah penuh keikhlasan. Amalan ibadah tersebut antara lain, i’tikaf, mendirikan shalat malam, seperti shalat tarawih, tahajud, dan witir. Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menyebut nama-nama Allah SWT. (asmaul husna), berdzikir, berdoa dengan khusyuk dan penuh harap, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat, bersedakah dan melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya.

Do’a sebagai salah satu cara merayu dan bermanja-manja dengan Allah SWT, untuk meraih kasih sayang, dan rahmat Allah, guna meraih keberkahan hidup. Doa terbaik kepada Allah SWT adalah doa yang tulus dan ikhlas, yang keluar dari hati yang paling dalam penuh keyakinan dan kekhusyukan. Doa tersebut haruslah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan tidak boleh mengandung kesyirikan atau kemusyrikan. Doa merupakan bagian penting dalam sholat. Doa dipanjatkan kepada Allah SWT untuk memohon berbagai hal, seperti ampunan, petunjuk, dan pertolongan.

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku)

Untuk itu, malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meraih kebaikan, pahala dan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan malam ini dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak do’a, ibadah dan amalan-amalan kebaikan lainnya.

Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar dan menerima limpahan rahmat dan ampunan-Nya. Aamiin.

Penulis : Abdul Razaq, S.I.P., M.Si.
Koordinator GASA (Gerakan Aksi Sosial dan Keagamaan).

Tags: 17 RamadhanLailatul QodarPahalaSeribu bulan

Related Posts

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa
Opini

Pembelajaran Sains Berwawasan Nilai-Nilai Tamansiswa

21 Juni 2026
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

8 Juli 2026
Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

7 Juli 2026
Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

7 Juli 2026
Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

Waspada Narkoba, Generasi Emas Indonesia 2045 Harus Diselamatkan Sejak Sekarang

8 Juli 2026
Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

Harmoni Tradisi dan Syukur, Gemuruh Sedekah Laut di Pesisir Pantai Sadeng

7 Juli 2026
Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

Silaturahmi PWI DIY dengan Bupati Kulonprogo, Perkuat Kemitraan untuk Pers Berkualitas dan Pembangunan Daerah

7 Juli 2026
Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

Festival Kethoprak Kabupaten Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Mengangkat Sejarah Mataram dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

Gandeng Hotel Se-DIY, Kirana Group dan Bahana Luncurkan Toko Oleh-Oleh Daring untuk Angkat UMKM Lokal. Ini Buktinya!

6 Juli 2026
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Aset Daerah, DPRD Kulon Progo Tetapkan Dua Raperda

6 Juli 2026