Jumat, 19 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Pelarangan Study Tour : Keputusan Reaksioner Nan Tumpul

admin by admin
18 Mei 2024
in Opini
0
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kali ini penulis menyorot perkembangan kejadian yang sedang viral, yaitu polemik seputar pelarangan kegiatan study tour di berbagai daerah menyusul kecelakaan tragis bus wisata yang membawa rombongan siswa SMK Linggar Kencana di Ciater, Subang.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta Kadinas wilayah Provinsi Banten, Sumatera Utara yang kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah dan daerah lainnya memicu banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Larangan ini, yang konon didasarkan pada upaya untuk menghindari tragedi serupa terjadi lagi.

Timbul pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi dasar dari pelarangan ini? Apakah kebijakan ini telah melalui kajian mendalam dan mempertimbangkan segala aspek yang relevan? Masyarakat pariwisata, khususnya, menantikan penjelasan yang lebih transparan dan komprehensif mengenai langkah-langkah yang diambil oleh para kepala dinas pendidikan ini, setelah adanya pelarangan.

Perlu kita pahami bersama bahwa kecelakaan yang terjadi bukanlah semata-mata akibat dari kegiatan study tour itu sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, penyebab utama kecelakaan tersebut adalah faktor operasional transportasi yang tidak memenuhi standar keamanan, serta kesiapan sumber daya manusia yang tidak optimal.

Keputusan reaksioner dengan menghentikan kegiatan study tour jelas tidak akan mengatasi akar masalah ini. Kita semua mengetahui bahwa kondisi transportasi, pengawasan terhadap armada bus dan profesionalitas pengemudi adalah masalah utamanya. Oleh karena itu, penekanan seharusnya diberikan pada peningkatan standar keselamatan dan kelayakan armada, serta pelatihan dan pengawasan yang ketat bagi pihak penyedia jasa transportasi.

Menghentikan kegiatan study tour bukan hanya menunjukkan kurangnya empati terhadap kekecewaan dan suasana hati para siswa yang kegiatannya dibatalkan, tetapi juga mengabaikan nilai edukatif yang signifikan dari aktivitas tersebut. Melalui pengalaman langsung di lapangan, siswa dapat memperoleh pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Menghapuskan study tour berarti menghilangkan peluang bagi siswa untuk mendapatkan pembelajaran berbasis pengalaman yang sangat berharga.

Di sisi lain, dampak pelarangan tersebut memiliki efek luas dan domino terhadap dunia pariwisata. Banyak destinasi wisata yang bergantung pada kunjungan rombongan sekolah akan merasakan penurunan pendapatan. Industri perhotelan, restoran, dan pemandu wisata juga akan terkena imbasnya. Belum lagi UMKM dan pedagang kecil yang turut mengandalkan kunjungan wisatawan akan mengalami kesulitan.

Mungkin sebagai solusi alternatif, kadinas dan pihak sekolah dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan siswa tanpa harus melarang kegiatan study tour. Misalnya, mereka bisa menerapkan regulasi dan pengawasan lebih ketat terhadap sekolah dalam memilih penyelenggara tur dan transportasi. Ini termasuk mensyaratkan sertifikat kelaikan dan uji inspeksi kendaraan, serta tidak menerima kendaraan yang berumur lebih dari 5 tahun dan lain sebagainya.

Selain itu, departemen perhubungan juga perlu didesak untuk lebih menegakkan regulasi yang ada. Ini bisa meliputi peningkatan frekuensi inspeksi kendaraan, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar dan seterusnya.

Dan yang lebih penting, Kadinas memperketat pengawasan guna menihilkan terhadap praktik “kick back” yang umum terjadi, di mana penyelenggara pariwisata memberikan insentif khusus kepada oknum sekolah yang mengurus soal study tour. Hal ini sudah menjadi rahasia umum dan sering kali menggadaikan faktor keselamatan demi keuntungan oknum pribadi.

Sebagai bagian akhir dari tulisan ini, perlu kita suarakan kritik bahwa kebijakan yang reaktif tanpa solusi jangka panjang tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga memukul sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat luas.

Pendidik adalah teladan bagi para siswa. Sebagai pendidik, terlebih lagi sebagai kepala dinas pendidikan, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan sikap yang patut dicontoh. Apa “moral story” yang ingin disampaikan kepada para peserta didik dengan keputusan reaksioner nan tumpul seperti ini? Apakah kecepatan dalam mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang yang ingin diwariskan?

“Don’t throw the baby out with the bathwater” Peribahasa ini mungkin relevan dalam konteks kebijakan terkait pelarangan kegiatan study tour. Terkadang, respons yang terlalu reaktif terhadap suatu kejadian bisa mengakibatkan tindakan yang tidak proporsional terhadap kegiatan yang memiliki nilai edukatif dan ekonomi yang penting. (***)

Tags: Bis WisataSekolahStudy TourWisata

Related Posts

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026
Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

BRI Regional Office Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun hingga Mei 2026 Bagi UMKM

19 Juni 2026
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Unjuk Gigi dalam Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian Kota Yogyakarta 2026

19 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026