Senin, 21 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Meneguhkan Jati Diri Bangsa: Peran Media dan Masyarakat dalam Mendukung Usulan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober

Oleh: Agus Susanto, SE (Pengurus PWI DIY, Anggota Sie. Bidang Organisasi dan Wartawan Koran Merapi (KR Grup))

admin by admin
21 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kebudayaan adalah fondasi utama yang membentuk identitas suatu bangsa. Di Indonesia, kekayaan budaya bukan hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, langkah Tim 9 Garuda Plus yang mengusulkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional patut mendapat perhatian serius. Usulan ini bukan sekadar upaya memperingati budaya, tetapi merupakan panggilan untuk menegaskan kembali jati diri bangsa Indonesia.

Tim 9 Garuda Plus, terdiri dari tokoh-tokoh penting dalam dunia seni, budaya Indonesia dan akademisi, yakni Nano Asmorodono sebagai inisiatornya, Achmad Charis Zubair, Rahadi Saptoto Abro, Bimo, Esti Wuryani, Isti Sri Rahayu, Ariyanto, Yani Saptohoedojo, Yati Pesek, dan Oni Wantara, mengajukan usulan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia di kancah dunia.

Namun, agar usulan ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, diperlukan peran aktif dari dua komponen penting dalam masyarakat: media dan publik. Media dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menyuarakan pentingnya penetapan Hari Kebudayaan Nasional dan mendorong pemerintah agar merealisasikan usulan tersebut menjadi keputusan yang sah secara nasional.

Media massa, baik mainstream maupun digital, memiliki peran vital dalam membentuk opini publik dan mengangkat isu strategis ke ruang kesadaran kolektif. Dengan kekuatan informasi yang dimilikinya, media dapat mengedukasi masyarakat tentang makna dan urgensi dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional. Melalui pemberitaan, artikel opini, dokumenter, kampanye media sosial, hingga siaran budaya, media dapat memperluas jangkauan pesan-pesan budaya dan menumbuhkan dukungan publik terhadap gerakan Tim 9 Garuda Plus.

Lebih jauh, media juga dapat menjadi fasilitator dialog antara masyarakat dan pemerintah. Melalui ruang diskusi, wawancara tokoh budaya, serta peliputan kegiatan budaya, media mempertemukan aspirasi rakyat dengan para pemangku kebijakan. Dalam konteks demokrasi, fungsi ini sangat penting karena kebijakan yang lahir dari dukungan publik cenderung memiliki legitimasi yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, masyarakat sebagai pemilik sah budaya juga memiliki tanggung jawab besar untuk ikut terlibat aktif dalam gerakan ini. Partisipasi masyarakat bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti menggelar acara budaya lokal setiap 17 Oktober, menyebarluaskan kampanye melalui media sosial, mengadakan diskusi atau forum kebudayaan, hingga membuat petisi dukungan terhadap usulan Hari Kebudayaan Nasional. Semakin besar gelombang partisipasi publik, semakin kuat pula dorongan moral kepada pemerintah untuk segera meresmikan tanggal tersebut.

Pemilihan tanggal 17 Oktober bukan tanpa alasan. Hal ini merujuk pada Penetapan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951 tentang lambang negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Tanggal ini memiliki nilai historis yang berkaitan dengan lahirnya gagasan besar tentang pentingnya kebudayaan nasional sebagai pilar pembangunan bangsa. Momentum ini dapat menjadi simbol pengingat tahunan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan lokal di tengah tantangan zaman modern.

Menetapkan Hari Kebudayaan Nasional bukanlah sebatas kegiatan seremonial tahunan. Ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan bangsa. Hari ini dapat menjadi ruang refleksi bersama, sarana pendidikan karakter generasi muda, dan kesempatan untuk mempererat solidaritas antarbudaya di Indonesia.

Oleh karena itu, sinergi antara media dan masyarakat sangat penting. Tanpa peran aktif keduanya, usulan ini akan kehilangan gaung dan kekuatannya. Saatnya kita semua bergerak, menyuarakan, dan memastikan bahwa budaya tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi pijakan masa depan bangsa. Bersama, kita bisa mewujudkan Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober sebagai warisan kolektif untuk generasi mendatang. (*)

Tags: 17 OktoberHari Kebudayaan NasionalKoranmerapi.idTim 9 Garuda Plus

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

Dorong Potensi Pariwisata Lokal, Kelurahan Kadipaten Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Penulisan Berita Tahap 2. Ini Buktinya!

20 September 2026
Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

Lepas Pena dan Kamera, Jurnalis Joglosemar Unjuk Gigi di Turnamen Biliar Siwo PWI DIY

19 September 2026
Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

19 September 2026
Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

Gunungkidul Sambut Ibarbo Park 2, Perizinan Transparan, Ekonomi Warga Bergerak

19 September 2026
Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

Gelar Doctoral Appreciation, STIPRAM Yogyakarta Kukuhkan 12 Doktor Pariwisata Baru dan Pengurus IKADAPARI

18 September 2026
RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

RayaTimes Gandeng Pemkot Yogyakarta Gelar JCF, Incar Gen Z dan Gen Alpha

18 September 2026