Kamis, 5 November 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Meneguhkan Jati Diri Bangsa: Peran Media dan Masyarakat dalam Mendukung Usulan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober

Oleh: Agus Susanto, SE (Pengurus PWI DIY, Anggota Sie. Bidang Organisasi dan Wartawan Koran Merapi (KR Grup))

admin by admin
21 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kebudayaan adalah fondasi utama yang membentuk identitas suatu bangsa. Di Indonesia, kekayaan budaya bukan hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, langkah Tim 9 Garuda Plus yang mengusulkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional patut mendapat perhatian serius. Usulan ini bukan sekadar upaya memperingati budaya, tetapi merupakan panggilan untuk menegaskan kembali jati diri bangsa Indonesia.

Tim 9 Garuda Plus, terdiri dari tokoh-tokoh penting dalam dunia seni, budaya Indonesia dan akademisi, yakni Nano Asmorodono sebagai inisiatornya, Achmad Charis Zubair, Rahadi Saptoto Abro, Bimo, Esti Wuryani, Isti Sri Rahayu, Ariyanto, Yani Saptohoedojo, Yati Pesek, dan Oni Wantara, mengajukan usulan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia di kancah dunia.

Namun, agar usulan ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, diperlukan peran aktif dari dua komponen penting dalam masyarakat: media dan publik. Media dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menyuarakan pentingnya penetapan Hari Kebudayaan Nasional dan mendorong pemerintah agar merealisasikan usulan tersebut menjadi keputusan yang sah secara nasional.

Media massa, baik mainstream maupun digital, memiliki peran vital dalam membentuk opini publik dan mengangkat isu strategis ke ruang kesadaran kolektif. Dengan kekuatan informasi yang dimilikinya, media dapat mengedukasi masyarakat tentang makna dan urgensi dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional. Melalui pemberitaan, artikel opini, dokumenter, kampanye media sosial, hingga siaran budaya, media dapat memperluas jangkauan pesan-pesan budaya dan menumbuhkan dukungan publik terhadap gerakan Tim 9 Garuda Plus.

Lebih jauh, media juga dapat menjadi fasilitator dialog antara masyarakat dan pemerintah. Melalui ruang diskusi, wawancara tokoh budaya, serta peliputan kegiatan budaya, media mempertemukan aspirasi rakyat dengan para pemangku kebijakan. Dalam konteks demokrasi, fungsi ini sangat penting karena kebijakan yang lahir dari dukungan publik cenderung memiliki legitimasi yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, masyarakat sebagai pemilik sah budaya juga memiliki tanggung jawab besar untuk ikut terlibat aktif dalam gerakan ini. Partisipasi masyarakat bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti menggelar acara budaya lokal setiap 17 Oktober, menyebarluaskan kampanye melalui media sosial, mengadakan diskusi atau forum kebudayaan, hingga membuat petisi dukungan terhadap usulan Hari Kebudayaan Nasional. Semakin besar gelombang partisipasi publik, semakin kuat pula dorongan moral kepada pemerintah untuk segera meresmikan tanggal tersebut.

Pemilihan tanggal 17 Oktober bukan tanpa alasan. Hal ini merujuk pada Penetapan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951 tentang lambang negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Tanggal ini memiliki nilai historis yang berkaitan dengan lahirnya gagasan besar tentang pentingnya kebudayaan nasional sebagai pilar pembangunan bangsa. Momentum ini dapat menjadi simbol pengingat tahunan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan lokal di tengah tantangan zaman modern.

Menetapkan Hari Kebudayaan Nasional bukanlah sebatas kegiatan seremonial tahunan. Ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan bangsa. Hari ini dapat menjadi ruang refleksi bersama, sarana pendidikan karakter generasi muda, dan kesempatan untuk mempererat solidaritas antarbudaya di Indonesia.

Oleh karena itu, sinergi antara media dan masyarakat sangat penting. Tanpa peran aktif keduanya, usulan ini akan kehilangan gaung dan kekuatannya. Saatnya kita semua bergerak, menyuarakan, dan memastikan bahwa budaya tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi pijakan masa depan bangsa. Bersama, kita bisa mewujudkan Hari Kebudayaan Nasional setiap 17 Oktober sebagai warisan kolektif untuk generasi mendatang. (*)

Tags: 17 OktoberHari Kebudayaan NasionalKoranmerapi.idTim 9 Garuda Plus

Related Posts

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
Opini

Luthfi Yazid: Usut Tuntas Dugaan Skandal Penyadapan, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!

4 November 2026
Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional
Opini

Saatnya Memperingati Hari Santri Nasional

22 Oktober 2026
Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM
Opini

Rapor Pemerintahan Prabowo–Gibran: MBG Meluas, Tata Kelola Dipertanyakan, Pendidikan Terdesak dalam Paradoks Pembangunan SDM

22 Oktober 2026
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 
Opini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Antara Ambisi Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat, dan Ujian Demokrasi 

21 Oktober 2026
Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?
Opini

Rocky Gerung Masuk Istana, Kritik Masihkah Berjarak?

7 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu
Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

Tim Board Medical and Wellness Tourism Jogja Pelajari Kecanggihan Robotik dan Kesetaraan Layanan di Malaysia

5 November 2026
Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

Jagongan Wagen Episode 157: Kipa-ku Gagalai

5 November 2026
Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Digital

5 November 2026
Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

Pemerintah Agar Tetap Memikirkan Nasib Rakyat

5 November 2026
Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

Kementerian Kebudayaan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Syekh Yusuf Al-Makassari, PWI Ajak Wartawan Seluruh Indonesia Berpartisipasi

4 November 2026
Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

Dosen Senior FISIP UI Tekankan Urgensi RUU Anti-Spionase Asing demi Kedaulatan Nasional

4 November 2026