KORAN MERAPI – Di kawasan Padukuhan Karakan Godean Sleman ada warung bakso dengan nama Bakso Kuno Pak Padi. Setiap meja di warung tersebut ada beberapa nasi putih bungkus.
Menurut Pak Padi sebagai pemilik usaha tersebut, nasi disediakan bagi setiap konsumen yang ingin lebih kenyang ketika menyantap bakso.
“Kalau memesan bakso komplit jumbo sebenarnya sudah kenyang tanpa ditambah nasi. Tapi kalau bakso komplit biasa, masih kurang mengenyangkan,” ungkap Pak Padi.
Dalam seporsi bakso komplit jumbo, sebutnya, ada empat butir bulatan bakso agak besar dan lima bulatan bakso kecil. Sedangkan yang komplit biasa, baik bulatan bakso agak besar maupun kecil berjumlah tiga butir.
Selain bulatan bakso dan kuah, masih ada pula irisan tahu plempung, tetelan/paru sapi, mi bihun, bakmi kuning, bakso goreng kering (kriuk) dan bakso goreng lunak.
Menurutnya dengan disediakan nasi putih bungkus hingga beberapa pendukung dalam satu porsi bakso tersebut menjadi alasan tersendiri ia menamakan Bakso Kuno.
Selain itu, ia juga memajang gerobak bakso yang dulu pernah digunakan berjualan bakso secara keliling. Dengan kata lain, gerobak dorongnya tak dijual, tapi dijadikan pajangan di warungnya.
“Pada 1976 sampai 2010 saya pernah berjualan bakso model keliling, dari siang sampai sore bahkan malam hari,” ungkap Pak Padi yang berasal dari Wonosari Gunungkidul.
Setelah berjualan bakso menetap (tak keliling), ia merasa lebih santai. Jam buka warungnya biasa dari pukul 13.00 hingga 20.00 WIB, Kamis dan Jumat biasa pula libur.
Sementara itu, Tri Astuti asal Palembang membuka usaha kuliner di kawasan Ngebel, Kasihan, Bantul. Jenis masakan yang disediakan di usaha kuliner bernama Warung Bu Tri, misalnya pempek, tekwan, bakso, soto, dan nasi cokot.
Ketika konsumen masih merasa kenyang saat membeli pempek, bakso maupun soto dapat pula membeli nasi cokot. Jenis nasi ini menggunakan nasi uduk (gurih).
“Takarannya lebih banyak sedikit dibanding nasi kucing. Bagian bawah ada nasi, tengah diberi suwiran daging ayam dan atasnya nasi lagi,” jelasnya.
Sedangkan seporsi bakso di Warung Bu Tri, ada dua bakso agak besar dibuat seperti bunga sedang mekar (bagian atas dibelah empat) dan dua bakso ukuran kecil tetap utuh.
Selain itu dalam seporsi bakso tersebut juga ada bahan lain seperti bakmi kuning, seledri, bawang merah goreng, gajih ataupun tetelan sapi.
“Masakan berkuah seperti bakso dan soto ayam termasuk yang digemari berbagai kalangan. Jika menginginkan masakan khas Palembang, di tempat kami ada pula pempek dan tekwan,” urai Bu Tri. (Yan)




















