KORAN MERAPI – Bertepatan HUT Ke-8 Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB), Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menyelenggarakan workshop Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Museum Tahun 2026 dengan tema “Museum Naik Kelas: Strategi Kepemimpinan Tatakelola Edukasi, dan Promosi Digital” di Museum Kolong Tangga, Bangunjiwa, Kasihan, Bantul (Kamis 20/08).
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra, Purwanto, S.Pd.,M.Si dan menampilkan 3 narasumber: Dr. Drs. Sumbo Tinarbuko, M.Sn, Dosen ISI Yogyakarta, Redy Kuswanto, Kepala Museum Kolong Tangga dan Samantha Aditya Putri Pemerhati Museum dengan Pemandu Edwin Junaedi.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Yanatun Yunadiana, S Si., M.Si. dalam sambutan tertulisnya menegaskan, museum bukan sekedar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Museum merupakan ruang untuk menghadirkan kembali ingatan kolektif, pengetahuan, nilai-nilai budaya, dan perjalanan kehidupan masyarakat kepada generasi masa kini dan generasi yang akan datang.
Lebih lanjut Yanatun Yunadiana menambahkan, museum juga memiliki fungsi yang sangat penting sebagai sarana edukasi, penelitian, informasi dan rekreasi. Dengan melalui museum, masyarakat dapat mengenal sejarah dan kebudayaan secara lebih dekat, tidak hanya melalui buku atau cerita, tetapi melalui koleksi, dokumentasi, narasi dan pengalaman yang dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata.

“Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM museum menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan permuseuman di Kabupaten Bantul,” imbuhnya.
Untuk menandai peringatan HUT ke-8 FKMB, Ketua Forum H. Gatot Nugroho, S.Pt “mengedhuk” tumpeng diserahkan masing-masing kepada Dr. Drs. Sumbo Tinarbuko, M.Sn dan Purwanto, S.Pd., M.Si.
Gatot Nugroho menjelaskan FKMB terbentuk pada tanggal 20 Agustus 2018 di Museum Pusat TNI-AU “Dirgantara Mandhala”, Wonocatur, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. FKMB merupakan forum komunikasi museum yang pertama kali di Indonesia pada tingkat kabupaten/kota. FKMB merupakan kepanjangan tangan Barahmus DIY berfungsi untuk mewadahi semua kegiatan dan organisasi museum di Kabupaten Bantul.
Dari paparan 3 orang narasumber workshop yang dipandu oleh Edwin Junaedi, diharapkan museum lebih kreatif, inovatif dan komunikatif dalan membuatĀ ‘new branding’ dengan mengemas potensi yang dimiliki sehingga menarik dan atraktif sesuai kebutuhan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berkunjung ke museum.
Forum sepakat mem”branding” dan konsisten mengembangkan bersama ekosistem permuseuman yang semakin baik dan mempunyai daya tarik, sehingga masyarakat tertarik dan mempunyai keinginan untuk berkunjung ke museum. Program publik dibuat sedemikian rupa sehingga nilai-nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di museum terus hidup, diketahui, dipahami dan dicintai masyarakat. (Rls)



















