Rabu, 14 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Bagian Ke dua : Pembadanan Keadilan Substantif untuk Semua

Catatan akhir tahun dari Pekan Apresiasi Pengembanan Hukum Teoritik ke-II di Lombok

admin by admin
24 Desember 2024
in News
0
0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Diskusi selanjutnya, dilaksanakan Sabtu, 21 Desember 2024, pembicara berikutnya, Lalu Yudi Setiawan, pembelajar pada PDIH Unram 2023, menawarkan gagasan untuk melindungi karya sastra Sasak sebagai produk kultural melalui pendekatan hak cipta dan perlindungan ekspresi budaya tradisional.

Yudi melihat adanya potensi besar yang terkandung dalam setiap karya sastra yang ditransformasikan dan ditulis dalam bentuk takepan dan machapat. Potensi itu adalah nilai dan inspirasi yang bisa melahirkan karya-karya seni sastra dan budaya derivative lainnya.

Namun Hayyan ul Haq mengingatkan bahwa Hak cipta mengandung keterbatasan dalam melindungi produk kultural termasuk karya sastra Sasak ini, karena komponen internal dalam sistem perlindungan hak cipta cenderung menggunakan simbol-simbol semiotic modern (elements of modern semiotic symbols), seperti originalitas, identifiable author, limited protection, material form dan lain sebagainya.

Sementara karya sastra dan folklore yang merupakan produk kultural ini diturunkan dari generasi ke generasi, mungkin bisa ratusan atau bahkan ribuan tahun dan anonymous. Seringkali tidak diketahui siapa pencipta yang sesungguhnya.

Jadi dalam pandangan Haq, seharusnya semua produk kultural itu tidak hanya mengandalkan perlindungan hukum dan pengoptimasian melalui norma hukum positif yang ditetapkan oleh otoritas yang berkuasa saja, tetapi juga harus melihat potensi living law dan cultural products lain yang hidup di masyarakat, dipraktikkan, digunakan dan dikembangkan dalam kehidupan Komunitas Pengembanan budaya terkait.

Dalam kaitannya dengan gagasan tersebut, Haq, dengan mengacu pada pemikirannya yang disampaikan dalam UNESCO Expert Meeting di Amsterdam, pada tahun 2010, lebih lanjut menambahkan dan memperkuat gagasan pembentukan museum-museum inklusif yang akan menjadi media pembelajaran yang hidup dalam pengembanan kebudayaan tersebut.

Museum inklusif ini berbeda dengan museum konvensional yang hanya menyimpan, merawat dan memamerkan produk produk cultural heritage itu saja. Museum inklusif ini akan melibatkan masyarakat pengembanan kebudayaan itu untuk menggunakannya dan mengoptimalkan semua potensi fungsionalnya.

Sehingga dengan demikian, museum museum inklusif yang ada dalam masyarakat itu berfungsi sebagai: (i) media pembelajaran (kelas-kelas seni dan budaya) dalam transformasi nilai, cita dan identity; (ii) media konservator atas semua cultural heritage products; dan (iii) media berekonomi bagi masyarakat pengembannya.

Selanjutnya, pembicara berikutnya Mabrur Haslan menekankan pentingnya perlindungan hak Asasi manusia terutama bagi komunitas penyandang disabilitas. Hal ini didasarkan pada pemikiran konstitusional bahwa konstitusi itu meletakkan kewajiban positif bagi negara untuk menjamin pendidikan bagi semua rakyat warga negara Indonesia.

Dengan demikian, tersedianya akses atas pendidikan, termasuk pendidikan inklusif, bagi semua warga negara tanpa kecuali merupakan indicator penting dalam menguji dan mengukur kewajiban dan tanggungjawab konstitusional negara dalam menghormati (right to respect), melindungi (rights to protect) dan memenuhi (rights to fulfill) hak-hak fundamental warga negaranya.

Selain pembicara di atas, Dr. Murdan, yang juga Direktur Pascasarjana, Universitas Qamarul Huda (Nahdhatul Ulama), Bagu, Narmada, Lombok, yang mempresentasikan tentang pentingnya penyeimbangan antara hukum, kebebasan dan humanity.

Hal ini didasarkan atas pemikiran bahwa kebebasan dalam kehidupan setiap orang adalah hak fundamental. Namun demikian, hukum memberikan batasan atas demarkasi yang jelas atas ruang kebebasan tersebut. Dalam konteks inilah, kemanusiaan (humanity) berperan dalam memberikan arah kebebasan sekaligus menyeimbangkan kebebasan dan hukum.

Pemahaman ini penting sebagai fondasi teoritik atas pengakuan keberagaman dan keunikan setiap manusia dalam kehidupan bersama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dijamin oleh konstitusi. Dengan demikian segala kebijakan yang discriminatif dan mengancam keberagaman eksistensi kehidupan setiap orang atau komunitas adalah kebijakan yang bertentangan dengan konstitusi.

Dalam konteks ini, Hayyan ul Haq menekankan pentingnya pengkonstitusionalisasian kebijakan atau aktifitas penegakkan hukum yang tidak dapat memberikan perlindungan bagi pihak yang lemah (the weaker parties).

Pengkonstitusionalisasian ini penting untuk menjaga kekoherensian kekonsistensian, pelaksanaan konstitusi sampai pada tingkat yang paling bawah. Lebih lanjut, Haq menegaskan bahwa pengkonstitusionalisasian undang-undang, peraturan, kebijakan praktik hukum yang menyimpang ini merupakan cara yang paling valid, legitimate dan konstitusional dalam meneguhkan perwujudan dan pembadanan di substantive justice bagi semua (JUSTITIA OMNIBUS)!!!. (***)

Tags: Catatan akhir tahunKetua DePA-RIKoranmerapi.idTM Luthfi Yazid

Related Posts

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional
News

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga
News

Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

13 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah
News

Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah

13 Oktober 2026
Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan
News

Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
News

Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

12 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh
News

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

13 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah

Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah

13 Oktober 2026
Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan

Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan

13 Oktober 2026
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

Bupati Gunungkidul Buka TMMD ke-130 di Tancep, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

13 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah

Pemkab Gunungkidul Serahkan 33 SK Alih Tugas Guru, Dukung Program Bocah

13 Oktober 2026
Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan

Dorong Program ‘Warga Sehat’, Pemkab Gunungkidul Rombak Pola Perencanaan dan Perkuat Pelayanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Bupati Gunungkidul Jemput Wisuda Kekancingan, 10 Pejabat Diusulkan Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

12 Oktober 2026
Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

Apresiasi Pelanggan: Pusat Grosir Lestari Jaya Jogja Undi 50 Ribu Kupon Belanja dan Buka Program Reseller Berhadiah Motor Hingga Umroh

11 Oktober 2026