Senin, 15 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Koperasi Desa Merah Putih : Antara Harapan dan Pelajaran Masa Lalu

Oleh : Aris Suryanto, M.Kes.

admin by admin
17 Juni 2025
in Opini
0
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh pemerintah saat ini membuka babak baru dalam upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Dengan target ambisius membentuk koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia, program ini menghadirkan harapan besar bagi kemandirian ekonomi desa.

Namun di tengah optimisme itu, ada pelajaran penting dari sejarah yang tak boleh dilupakan, yakni gagalnya koperasi unit desa (KUD) di masa lalu. Banyak KUD akhirnya bubar karena lemahnya tata kelola dan tidak adanya pengembangan usaha riil yang berkelanjutan. Jika kita tidak membangun fondasi kelembagaan yang kuat dan kepemimpinan koperasi yang profesional, maka risiko pengulangan sejarah masa lalu akan sangat besar.

Apa yang salah dari KUD waktu itu? Salah satunya adalah keterpaksaan struktural. Koperasi dibentuk secara top-down, bukan tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat. Pengurus sering kali ditunjuk berdasarkan kedekatan politis, bukan kapasitas teknis. Akibatnya, ketika menjalankan unit usaha riil seperti penyediaan sarana produksi pertanian, penggilingan padi, atau distribusi sembako, mereka tidak kompeten dan tidak profesional. Sebagian besar KUD akhirnya hanya fokus pada simpan pinjam uang, dan itupun tanpa manajemen risiko memadai. Ketika kredit macet membesar, koperasi ambruk.

Luka lama ini masih terasa. Ketika mendengar kata “koperasi”, sebagian warga desa masih menyimpan trauma. Pengalaman ini bukan sekadar kegagalan teknis, tetapi juga menunjukkan rapuhnya kelembagaan koperasi yang hanya dibentuk atas nama “penugasan struktural”, bukan atas dasar kebutuhan nyata dan kapasitas lokal.

Kini, dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih, situasi di lapangan menunjukkan dua sisi yaitu kemajuan administratif dan tantangan substansial. Di DIY misalnya, menurut data Dinas Koperasi UKM DIY per Juni 2025, telah terbentuk 404 koperasi kalurahan berbadan hukum, mencakup 92,24% dari seluruh kalurahan. Bahkan Kabupaten Sleman berhasil membentuk koperasi di 100% kalurahannya. Model pendampingan yang melibatkan dinas, notaris, hingga pelatihan awal telah menunjukkan semangat kolaboratif.

Namun di sisi lain, survei nasional Celios (2025) terhadap 108 perangkat desa dari 34 provinsi mengungkap tantangan serius, yaitu 68% koperasi belum memiliki SDM pengurus yang memadai, 78% belum mengikuti pelatihan tata kelola koperasi, dan hampir 40% belum menjalankan unit usaha riil. Dengan kata lain, secara legal koperasi sudah berdiri, tetapi secara kelembagaan banyak yang belum siap berjalan.

Karena itu, dalam menyambut Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah harus mulai dari fondasi kelembagaan yang kuat. Koperasi bukan sekadar badan hukum, tetapi entitas sosial-ekonomi yang bertumpu pada kepercayaan dan kapasitas pengelolaan.

Langkah pertama yang krusial adalah rekrutmen pengurus koperasi yang kredibel, berpengalaman, dan memiliki integritas tinggi. Jangan sampai koperasi dikelola oleh mereka yang sekadar menjabat karena pertimbangan politik lokal. Koperasi bukan alat kampanye, melainkan alat produksi.

Langkah kedua adalah membangun ekosistem usaha riil berbasis potensi lokal. Koperasi jangan langsung bermain di sektor keuangan (simpan pinjam) jika belum punya mekanisme kontrol dan mitigasi risiko. Koperasi dimulai dari kegiatan yang sesuai dengan kekuatan local seperti pertanian, peternakan, pengolahan hasil tani, atau logistik desa.

Langkah ketiga, dan sering dilupakan, adalah pendampingan dan pendidikan koperasi secara berkelanjutan. Begitu koperasi terbentuk, dinas koperasi, perguruan tinggi, dan pelaku koperasi sukses harus diajak bergotong royong untuk mendampingi, dimulai dari penyusunan rencana usaha, laporan keuangan, hingga digitalisasi transaksi.

Terakhir, penting untuk mengingat bahwa koperasi adalah manifestasi ekonomi Pancasila. Koperasi bukan hanya alat mencetak laba, tetapi wahana memperkuat solidaritas, memberdayakan warga, dan menciptakan kemandirian desa. Maka, tidak boleh dibiarkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi proyek simbolik belaka.

Kita tidak ingin koperasi ini menjadi “Merah Putih” hanya di spanduk, tetapi memerah karena utang dan memutih karena bangkrut. Mari bangun koperasi desa yang benar-benar menjadi rumah bersama, bukan sekadar bangunan tanpa penghuni. (*)

Tags: Berbadan hukumKoperasi DesaKoranmerapi.idKUDMerah Putih

Related Posts

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Opini

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026
Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

6 Juni 2026
Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua
Opini

Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026
Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Opini

Saat Rasa Aman Dipertaruhkan: Menakar Akuntabilitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

28 April 2026
Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
Opini

Hari Kebebasan Pers Dunia:  Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

3 Mei 2026
Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya
Opini

Hari Kemenangan atau Sekadar Tradisi? Saatnya Idulfitri Menjadi Titik Balik yang Sesungguhnya

20 Maret 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026
Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

10 Juni 2026