Kamis, 17 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Biosaka: Revolusi Organik atau Sekadar Sugesti Pertanian?

Oleh: Dr. (C) Arya Ariyanto, SE, MM

admin by admin
22 Januari 2026
in Opini
0
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – Di tengah melonjaknya harga pupuk kimia dan makin nyatanya degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan input sintetis yang berlebihan, dunia pertanian Indonesia seperti sedang mencari pegangan baru. Dalam situasi inilah Biosaka hadir, sebuah inovasi sederhana yang lahir dari tangan petani, bukan dari laboratorium megah. Namun justru karena kesederhanaannya, Biosaka memantik perdebatan: apakah ia benar-benar terobosan ilmiah, atau sekadar sugesti kolektif yang dibungkus testimoni keberhasilan?

Biosaka bukan produk pabrikan. Ia lahir dari kepekaan seorang petani Blitar, Muhamad Anshar, yang membaca bahasa alam dengan caranya sendiri. Kini, Biosaka menjelma menjadi gerakan akar rumput yang menyebar cepat melalui jejaring Relawan Bio Saka, menantang dominasi pupuk kimia yang selama puluhan tahun memenjarakan petani dalam ketergantungan.

Daya tarik Biosaka terletak pada filosofinya yang radikal namun membumi: Selamatkan Alam, Kembali ke Alam. Ia tidak menjanjikan nutrisi instan seperti pupuk, melainkan bekerja sebagai elisitor, pemicu biologis yang “membangunkan” sistem metabolisme dan pertahanan tanaman. Jika pupuk adalah makanan, maka Biosaka lebih menyerupai suplemen atau bahkan vaksin: dosis kecil, tetapi berdampak sistemik.

Hal yang paling mengusik status quo adalah aspek ekonominya. Biosaka diproduksi dari rumput dan dedaunan sehat di sekitar lahan, dengan biaya nyaris nol rupiah. Di saat subsidi pupuk negara menghabiskan triliunan rupiah setiap tahun, klaim pengurangan pupuk kimia hingga 50–90% terdengar seperti ancaman serius bagi industri pupuk, sekaligus harapan besar bagi petani kecil.

Namun, di sinilah kontroversi bermula. Biosaka dibuat tanpa fermentasi, tanpa mesin, hanya melalui peremasan manual dedaunan dalam air selama 10–15 menit. Tidak ada gas, tidak ada endapan, dan tidak ada formula baku yang bisa direplikasi secara persis.

Keberhasilannya sangat bergantung pada kejelian memilih bahan, waktu pengambilan daun, dan bahkan kelembutan tangan pembuatnya.

Bagi dunia akademik yang menjunjung standar dan replikasi, metode ini tentu memancing skeptisisme. Bagaimana mungkin cairan hasil remasan tangan mampu mengubah metabolisme tanaman secara signifikan? Jawaban pendukung Biosaka merujuk pada konsep elisitor dalam fisiologi tanaman, senyawa pemicu respons pertahanan yang memang dikenal dalam sains. Masalahnya bukan pada apakah mungkin, melainkan pada sejauh mana konsistensi dan validitasnya.

Hingga kini, kekuatan utama Biosaka masih bertumpu pada pengalaman empiris petani. Banyak yang mengaku tanamannya lebih tahan penyakit, pertumbuhannya lebih seimbang, dan biaya produksinya turun drastis. Namun, pertanian modern tidak bisa hanya berdiri di atas testimoni. Ia membutuhkan data uji multilokasi, lintas komoditas, dan terstandar, agar inovasi seperti Biosaka tidak berhenti sebagai cerita sukses lokal.

Di sisi lain, menolak Biosaka hanya karena ia lahir dari praktik non-laboratoris juga merupakan bentuk arogansi pengetahuan. Sejarah pertanian dunia justru dipenuhi inovasi besar yang berawal dari kearifan petani, lalu diformalkan oleh sains.

Biosaka barangkali bukan jawaban final atas seluruh persoalan pertanian. Ia bukan pengganti total pupuk, melainkan pengingat bahwa tanah dan tanaman memiliki kemampuan alami yang selama ini ditekan oleh ketergantungan kimia. Dalam konteks krisis lingkungan dan ekonomi petani, Biosaka layak diposisikan sebagai jembatan menuju sistem pertanian yang lebih berdaulat dan berkelanjutan.

Tantangannya kini ada pada pemerintah dan akademisi: apakah mereka bersedia turun ke sawah, menguji dengan pikiran terbuka, lalu menyusun standar ilmiah tanpa mematikan ruh inovasi petani?

Jika ya, Biosaka bisa tumbuh dari sekadar gerakan menjadi pilar pertanian masa depan. Jika tidak, ia mungkin akan berlalu sebagai tren, bukan karena gagal, tetapi karena tak pernah benar-benar diberi ruang untuk dibuktikan. (*)

Tags: Arya AriyantoBiosakaKoranmerapi.idPertanianPupuk

Related Posts

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026
Kalau Alam Sudah Menegur
Opini

Kalau Alam Sudah Menegur

7 September 2026
Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu
Opini

Di Balik Kesuksesan Anak Laki-Laki, Ada Doa Ibu

6 September 2026
Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman
Opini

Bergada Notoyudo: Kesiapsiagaan Warga Menjaga Tradisi Kampung Notoyudan Kelurahan Pringgokusuman

5 September 2026
Kapan Terakhir ke Pasar?
Opini

Kapan Terakhir ke Pasar?

31 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

17 September 2026
FWK Minta Presiden Prabowo, Jadikan Pergantian Menteri, Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat 

FWK Minta Presiden Prabowo, Jadikan Pergantian Menteri, Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat 

17 September 2026
KIM DIY Diperkuat Keterampilan Public Speaking dan Kreativitas Konten

KIM DIY Diperkuat Keterampilan Public Speaking dan Kreativitas Konten

17 September 2026
Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

16 September 2026
Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Selamat dan Apresiasi atas Raihan Gelar Doktor Dr. Arya Ariyanto, SE, MM

17 September 2026
FWK Minta Presiden Prabowo, Jadikan Pergantian Menteri, Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat 

FWK Minta Presiden Prabowo, Jadikan Pergantian Menteri, Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat 

17 September 2026
KIM DIY Diperkuat Keterampilan Public Speaking dan Kreativitas Konten

KIM DIY Diperkuat Keterampilan Public Speaking dan Kreativitas Konten

17 September 2026
Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

Bupati Gunungkidul Lantik Jajaran Komisaris dan Dewan Pengawas BUMD, Tekankan Tata Kelola dan Pelayanan Masyarakat

16 September 2026
Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

PT Indo Asia Sinergi Sejahtera dan Dikpora DIY Perkuat Kompetensi SMK untuk Tingkatkan Daya Saing Karier Global

16 September 2026